Politik

Eri Cahyadi Dorong Sport Center Potro Agung Dikelola Mandiri

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong pengelolaan Sport Center Potro Agung oleh masyarakat secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban APBD dalam pemeliharaan serta sekaligus menggairahkan ekonomi lokal.

Eri menyampaikan pernyataan ini saat peresmian Sport Center Potro Agung, yang dihadiri juga oleh pemain Persebaya Legend, Minggu (5/7/2026). Fasilitas olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 4.700 meter persegi, hasil revitalisasi dari lapangan yang sebelumnya gersang dan tidak terawat.

“Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya. Tapi memang anggarannya harus bergantian (skala prioritas),” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa pembangunan sport center ini merupakan realisasi usulan masyarakat yang dikemukakan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024.

Lapangan Potro Agung kini dilengkapi dengan fasilitas seperti lapangan mini soccer, jogging track, lapangan basket, dan lapangan voli. “Lapangan Potro Agung yang legendaris ini sudah selesai dibangun dengan anggaran Rp2,4 miliar,” imbuh Eri.

Pengelolaan fasilitas ini akan diserahkan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan masyarakat setempat secara ex officio. Hasil dari penyewaan fasilitas diharapkan dapat digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan.

“Saya nyuwun tolong, kalau sudah dikelola dan disewakan, pemasukannya dihitung dengan baik,” tegasnya. Eri berharap pengelolaan yang efektif dapat mencegah kerusakan fasilitas dan mengurangi permohonan proposal ke Pemkot untuk perbaikan.

Lebih lanjut, Eri menginginkan agar hadirnya sport center dapat menggerakkan perekonomian warga. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang publik sehat bagi anak-anak muda untuk berolahraga dan menjalin interaksi sosial. Pemkot Surabaya akan memasang penerangan yang mencukupi untuk menjaga keamanan area dari kegiatan negatif di malam hari.

“Tempat ini harus jadi pusat kegiatan positif anak muda,” tegas Eri. Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi pengelolaan setiap tiga bulan untuk memastikan kelancaran dan perawatan fasilitas.

“Kalau perawatannya bagus, kerja sama diteruskan. Ini yang namanya gotong royong,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button