Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Ketahanan Air dan Pangan Nasional

Jakarta, Maret.id — Kegiatan bertema “Next-Gen Solutions for Energy and Food Security” memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi internasional, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda dalam diskusi mengenai ketahanan air, pangan, energi, serta pembangunan berkelanjutan.
Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, menerangkan bahwa acara ini menunjukkan potensi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam isu keberlanjutan.
“Isu sustainability membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi perlu hadir sebagai ruang yang mempertemukan pengetahuan, riset, inovasi, dan aksi nyata agar solusi yang lahir dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Sofia.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, dalam sesi pembukaan, menekankan bahwa isu keberlanjutan dan lingkungan hidup telah lama diakui dalam kerangka bernegara. Ia menyatakan bahwa pendiri bangsa telah meletakkan landasan mengenai nilai-nilai lingkungan hidup dalam konstitusi Indonesia.
Menurutnya, prinsip pembangunan berkelanjutan tercantum dalam Pasal 33 Ayat 4 UUD 1945, yang menetapkan bahwa perekonomian nasional harus diselenggarakan dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. “Artinya, sejak awal kita memiliki dasar konstitusional bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.
Di sisi lain, tokoh lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Prof. Emil Salim, mengajak para peserta untuk memperhatikan pembangunan berkelanjutan sebagai agenda jangka panjang bagi Indonesia.
Ia menekankan bahwa pola pembangunan seharusnya tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan lingkungan. “Pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan. Kita perlu memastikan bahwa pembangunan juga menjaga manusia, lingkungan, dan generasi yang akan datang,” tuturnya.





