Politik

DPRD Surabaya Panggil Dinkes dan RSUD Soewandhie Terkait Layanan Medis Korban Konser Denny Caknan

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, berencana memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan manajemen RSUD dr Mohammad Soewandhie. Langkah ini diambil untuk meminta penjelasan terkait pelayanan medis kepada korban insiden kericuhan pada konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center.

Syaifuddin menekankan bahwa DPRD perlu mendapatkan pemahaman resmi mengenai kesiapan layanan kesehatan, terutama untuk kegiatan yang melibatkan ribuan peserta. “Mestinya sigap. Di mana ada kerumunan, secara otomatis mereka harusnya bisa antisipasi,” kata Syaifuddin, yang mendengar keluhan dari beberapa korban yang mengaku tidak ditangani dengan baik.

Kericuhan terjadi pada malam konser gratis Denny Caknan sebagai bagian dari peresmian Surabaya Expo Center. Pagar pembatas jebol akibat banyaknya penonton yang ingin memasuki area konser. Berikut insiden tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka dan dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Soewandhie.

Masyarakat kemudian menyampaikan keluhan mengenai pelayanan medis yang diterima. Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa rumah sakit dan Dinas Kesehatan seharusnya sudah menyiapkan langkah antisipasi, mengingat jumlah penonton yang diperkirakan besar.

“Hospitals sebagai fasilitas pelayanan kesehatan wajib selalu siap, baik dari sisi tenaga medis, sarana, maupun sistem penanganan kegawatdaruratan,” sambung Syaifuddin.

Ia juga menyampaikan bahwa sudah sering menerima komplain warga terkait layanan kesehatan di RSUD dr Mohammad Soewandhie. “Tolong diperbaiki,” tegasnya.

Syaifuddin mengaku mendengar informasi mengenai dugaan tidak adanya dokter jaga saat para korban tiba di rumah sakit. “Ini ironis ketika Surabaya terus berbenah sebagai kota dengan layanan publik terbaik, tetapi pelayanan kesehatan justru dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Syaifuddin menegaskan bahwa pemanggilan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan pelayanan kesehatan sesuai standar. “Ini tidak bisa dibiarkan seperti ini. Ayo kita perbaiki bersama,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button