Nasional

Ancaman El Nino, 9 Bendungan Jabar Siap Cegah Krisis Air

Jakarta, Maret.id — Ancaman fenomena El Nino 2026 mulai diantisipasi pemerintah Indonesia dengan berbagai langkah mitigasi. Tujuan utama adalah mencegah krisis air saat musim kemarau yang diperkirakan akan datang.

Di Jawa Barat, sembilan bendungan diandalkan sebagai penyangga utama pasokan air. Ini diperlukan untuk menjaga layanan irigasi, menyediakan air baku, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung telah memperkuat langkah-langkah mitigasi. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Berbagai upaya antisipatif telah dilakukan sejak awal tahun. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan air, menjamin layanan irigasi, serta mendukung ketahanan pangan nasional selama musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) antisipasi El Nino. Satgas ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas unit organisasi di lingkungan Kementerian PU.

“Penanganan El Nino harus dilakukan secara terpadu, karena dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian,” ucap Dody. Menurutnya, dampak fenomena ini juga dapat memengaruhi penyediaan air minum dan operasional infrastruktur sumber daya air.

“Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” kata Dody pada Senin, 6 Juli 2026.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan (UP3BK). Sistem ini mengintegrasikan pemantauan kondisi bendungan, bendung, kawasan rawan kekeringan, serta pengaturan operasi air.

Pemantauan dilakukan secara intensif setiap hari pada 9 bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, dan jaringan irigasi di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung. Sebanyak 290 personel disiagakan selama musim kemarau untuk memastikan prasarana sumber daya air tetap berfungsi optimal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button