Kemenkes Bagikan Tips Cegah Penularan Zoonosis Agar Kurban Lebih Aman dan Sehat

Jakarta, Hasanah.id — Pemerintah mengambil langkah proaktif menjelang Iduladha 2026 dengan membagikan serangkaian langkah pencegahan penyakit zoonosis. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan kurban ke masyarakat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menekankan pentingnya memperhatikan proses pemilihan dan pengolahan daging kurban secara higienis. “Kita harus memastikan praktik higienis dilakukan sejak proses pemilihan dan pembelian hewan kurban,” ujarnya.
Memilih Hewan Kurban yang Sehat
Pemerintah meminta masyarakat untuk memilih hewan kurban yang dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit. “Setelah kontak, kita mesti mencuci tangan dengan sabun untuk menjaga kebersihan,” jelas Andi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan kendaraan pengangkut serta lokasi penampungan hewan kurban.
Proses Penyembelihan yang Aman
Andi menambahkan, pentingnya penggunaan alat pelindung diri oleh petugas penyembelihan, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu bot. Penggunaan alat ini sangat penting karena antraks dapat menular melalui udara atau inhalasi. Proses penyembelihan disarankan dilakukan di tempat bersih dan bukan di atas tanah langsung.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah hewan kurban. Setelah penyembelihan, limbah padat dan cair harus dipisahkan dan dikelola dengan benar untuk mencegah penyebaran penyakit. Area penyembelihan perlu dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan.
Penyimpanan Daging yang Tepat
Dalam hal penyimpanan daging kurban, masyarakat diimbau untuk menyimpannya di suhu di bawah lima derajat Celsius jika tidak segera dimasak. Apabila disimpan di freezer dengan suhu minus 18 hingga minus 20 derajat Celsius, daging dapat bertahan hingga tiga bulan. Andi juga mengingatkan tentang pentingnya memasak daging hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri penyebab penyakit.
Keamanan daging kurban perlu dijaga dari tahap penerimaan hingga penyajian makanan matang. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan sehat.



