Pemulihan Infrastruktur Aceh Berlanjut, Jembatan Diperbaiki

Jakarta, Maret.id — Penanganan permanen sejumlah jembatan di Provinsi Aceh terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ini merupakan upaya pemerintah untuk memulihkan konektivitas yang sempat terganggu akibat bencana.
Progres pembangunan kini telah mencapai 83,72 persen. Jembatan lama yang rusak telah dibongkar dan digantikan dengan konstruksi baru yang lebih kokoh. Langkah ini diambil untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga konektivitas jalan nasional di Aceh, terutama pada ruas yang terdampak bencana. “Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga,” kata Dody.
Penanganan ini dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Proyek Jembatan Lawe Mengkudu I di Kabupaten Aceh Tenggara menunjukkan perkembangan signifikan. Jembatan ini dapat menghubungkan wilayah ke Gayo Lues.
Sementara itu, pembangunan permanen Jembatan Lumut di Kabupaten Aceh Tengah juga terus dipercepat. Progres fisik proyek telah mencapai 73,80 persen pada awal Juli 2026.
Saat ini, fokus pekerjaan adalah penyelesaian pasangan batu di sisi kiri dan kanan pendekat jembatan. Ini bertujuan meningkatkan stabilitas konstruksi dan melindungi badan jalan dari potensi kerusakan. Di Kabupaten Aceh Utara, penanganan pascabencana Jembatan Ulee Langa juga menunjukkan hasil positif.





