Kapal Selam Scorpene Perkuat Posisi RI di Indo

Jakarta, Maret.id — Pembangunan kapal selam generasi terbaru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan perubahan signifikan dalam strategi pertahanan Indonesia. Ini menunjukkan komitmen untuk membangun kekuatan militer yang modern dan mandiri di kawasan Indo-Pasifik.
Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, menilai percepatan pembangunan Scorpene sebagai tanda bahwa Indonesia memasuki era baru dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Menurutnya, proyek ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan pertahanan maritim melalui penguasaan teknologi, bukan hanya pada pembelian platform tempur.
“Yang paling penting bukan hanya Indonesia memiliki dua kapal selam baru, tetapi Indonesia mulai menguasai kemampuan membangun kapal selam modern melalui proses transfer teknologi,” kata Amir. Dia menilai pencapaian ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi posisi Indonesia di kancah geopolitik.
Amir mengamati bahwa selama puluhan tahun, banyak negara berkembang membeli sistem persenjataan tanpa memperoleh kemampuan teknologi yang memadai. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada negara produsen untuk pemeliharaan, modernisasi, dan pengadaan suku cadang.
Model kerja sama antara PT PAL dan Naval Group dari Prancis dipandang berbeda karena menempatkan transfer teknologi di pusat kerjasama. Puluhan insinyur Indonesia menjalani pelatihan langsung di Prancis, sedangkan tenaga ahli Naval Group akan melakukan supervisi di Surabaya selama produksi berlangsung.
Proses ini tidak hanya menciptakan regenerasi keahlian, tetapi juga mempersiapkan Indonesia untuk pembangunan kapal selam di masa mendatang. “Negara yang menguasai teknologi akan memiliki ruang manuver yang jauh lebih luas. Indonesia sedang membangun fondasi industri pertahanan jangka panjang,” tegas Amir.





