Menkop Janji Evaluasi Video Parodi Kopdes Viral di Media

Jakarta, Maret.id — Ferry menyatakan bahwa kemunculan parodi dan sindiran di media sosial merupakan hal yang wajar di era digital. Ia menilai, kritik tersebut sejatinya merupakan masukan penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.
“Ya biasa kan di era sosial media ya mereka sebenarnya maksudnya baik dan mereka apa namanya mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi dan masukan-masukan itu tentu kita akan apa jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat,” tegas Ferry, saat memberikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Ferry juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Namun, ia menambahkan bahwa isu yang menjadi sorotan hanya terjadi pada sebagian kecil bangunan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga tidak dapat dijadikan representasi keseluruhan pelaksanaan program.
“Tapi kan harus dilihat juga misalkan yang bangunan itu kan hanya berapa gitu tapi itu karena diviral, tapi nggak, ini kita cari solusinya,” sambung Ferry. Gelombang kritik terhadap program Koperasi Desa Merah Putih terus meningkat di media sosial.
Di antara kekhawatiran yang muncul, sejumlah warganet mempersoalkan adanya latihan militer bagi calon manajer Koperasi Desa. Mereka juga menyoroti beberapa bangunan koperasi yang terletak di lokasi terpencil, yang dianggap menyulitkan akses masyarakat.
Kritik-kritik tersebut kemudian dikemas dalam bentuk video kreatif yang bernuansa satire, yang telah ditonton oleh jutaan pengguna media sosial.





