Politik

Pejabat Negara Indonesia Sambut PM Modi di DPR secara Hangat

Jakarta, Maret.id — Setelah menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi melanjutkan agenda ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada sore hari, 7 Juli 2026.

Kunjungan resmi Modi ke Kompleks Parlemen disambut oleh jajaran pimpinan tertinggi negara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir lebih awal di Gedung Nusantara IV, mengenakan jas berwarna gelap, dan disambut hangat oleh Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Dalam suasana santai, keempat tokoh politik tersebut terlihat berbincang di depan Ruang Nusa Loka. Tepat setelah itu, Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi dengan mengenakan jas hitam dan kopiah, melengkapi barisan VIP untuk menyambut Modi, yang tiba tak lama kemudian sekitar pukul 16.20 WIB.

PM Modi tampak mengenakan pakaian serba putih dan segera disambut oleh Puan. Mereka berjalan di antara barisan pasukan kehormatan yang berdiri rapi di sisi kiri dan kanan karpet merah. Dalam prosesi penyambutan di dalam gedung, Puan memberikan apresiasi mendalam atas kunjungan Modi.

“Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia, Perdana Menteri Republik India, Bapak Narendra Modi. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Yang Mulia di gedung DPR RI,” ujar Puan.

Puan juga mengulas kembali kedekatan historis antara Indonesia dan India, mulai dari masa awal kemerdekaan. “Salah satunya saat Presiden pertama RI, Sukarno, menjadi tamu kehormatan pada peringatan Hari Republik India pertama tahun 1950,” sambungnya.

“Beberapa tahun kemudian, Indonesia dan India bersama menjadi sponsor Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian menjadi fondasi Gerakan Non-Blok,” tuturnya.

Sebelum mengunjungi Senayan, PM Narendra Modi terlibat dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara sepakat untuk memperluas kolaborasi di sektor energi terbarukan, teknologi, dan digitalisasi.

“Di tengah situasi global saat ini, kami mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir,” tegas Prabowo dalam pernyataan bersama di Istana.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button