Dinasti Politik Jokowi Mulai Kehilangan Pengaruh di 2024

Jakarta, Maret.id — Pada Rabu, 8 Juli 2026, Said Didu menyampaikan pendapatnya melalui akun X, mengungkapkan bahwa dinasti politik yang dipimpin oleh Presiden Jokowi mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan keistimewaan.
Ia mengidentifikasi tiga gejala yang dianggapnya mencolok. Pertama, proses penegakan hukum terkait dugaan ijazah palsu Jokowi, yang kini berjalan lebih normal. “Kembali normalnya proses penegakan hukum kasus ijazah palsu,” kata Said Didu.
Kedua, Said Didu mencatat indikasi masalah dalam bisnis anak-anak Jokowi. Ia menyebut beberapa perusahaan yang pernah terkait dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seperti Chilli Pari dan Markobar, kini jarang terdengar. “Sudah tidak terdengar lagi – bangkrut?” imbuhnya.
Ia juga menyoroti usaha Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menurutnya sebagian besar dari 12 perusahaan miliknya telah tidak beroperasi. “Sebagian besar sudah bangkrut,” tuturnya.
Said Didu menanyakan kelayakan sejumlah bisnis tersebut. Ia mengingatkan tentang investasi Rp71 miliar yang pernah masuk ke perusahaan Kaesang untuk bisnis Es Doger. “Bagaimana dengan suntikan modal bisnis lainnya?” tegasnya.
Gejala ketiga yang ia amati adalah meningkatnya penolakan terhadap safari politik Jokowi di beberapa daerah. Hal ini dianggapnya sebagai indikator bahwa pengaruh politik Jokowi tidak lagi sekuat sebelumnya.





