Megawati Mengucapkan Duka Cita atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Jakarta, Maret.id — Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 dan akan dimakamkan di Mashhad, Iran, pada pekan ini.
Ucapan duka dari Megawati disampaikan melalui rekaman video yang disiarkan oleh Channel One, sebuah stasiun televisi resmi pemerintah Iran, pada 3 Maret 2026. “Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa, dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” tuturnya.
Megawati juga mengenang pertemuannya dengan Khamenei di Teheran pada 2004 saat ia masih menjabat sebagai Presiden. Ia menilai Khamenei memiliki semangat yang mengingatkannya kepada ayahnya, Soekarno. “Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno,” jelas Megawati.
Ia menambahkan bahwa Khamenei memancarkan kharisma yang kuat saat mereka bertatap muka. “Saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip,” imbuhnya.
Momentum duka ini digunakan Megawati untuk menegaskan kembali pentingnya perdamaian dunia. Ia mengecam tindakan kekerasan dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional. “Saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Megawati menyampaikan harapan untuk rakyat Iran agar tetap kuat dan bersatu di tengah situasi geopolitik yang semakin rumit. “Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini,” pungkasnya.





