Nasional

Brian Yuliarto: Pemerintah Cari Skema Tingkatkan Kesejahteraan Dosen

Jakarta, Maret.id — Isu kesejahteraan dosen kembali mencuat setelah Cenuk Widiayastrisna Sayekti, dosen tetap non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Universitas Airlangga, mengungkapkan gajinya yang hanya mencapai Rp2,6 juta per bulan. Hal ini terjadi dalam sidang uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi berbagai skema untuk meningkatkan kesejahteraan dosen di Indonesia. “Soal kesejahteraan dosen, tentunya pemerintah sangat konsentrasi. Kami terus-menerus melakukan evaluasi dan mencari pola-pola pendekatan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen,” ucap Brian di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.

Pengakuan Cenuk di depan MK menyoroti pengalaman dan beban kerja dosen yang dianggap tidak sebanding dengan penghasilan. Ia telah mengabdi sejak 2010 dan telah menyelesaikan pendidikan doktor di Australia serta memperoleh sertifikasi dosen. Namun, menurutnya, penghasilan yang diterima belum mencerminkan kontribusinya.

Brian mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa langkah awal telah diambil dengan memberikan tunjangan kinerja (tukin) kepada dosen pada tahun lalu. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. “Termasuk tahun lalu kita juga memberikan tukin. Itu semuanya dalam rangka peningkatan kesejahteraan dosen,” tambahnya.

Pemerintah bertekad untuk terus mengkaji kebijakan demi peningkatan kesejahteraan dosen yang lebih baik di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button