Prabowo: Pemimpin yang Membohongi Rakyat Berdosa

Jakarta, Maret.id — Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, menegaskan bahwa tidak ada pembenaran bagi pemimpin yang menyampaikan kebohongan kepada publik. Ia menyebut kebohongan sebagai sebuah dosa dan pengkhianatan terhadap negara.
“Dosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya, dosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya, berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan,” tegas Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo untuk menanggapi narasi yang berkembang bahwa pemerintah berbohong kepada rakyat mengenai pencapaian swasembada pangan.
“Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa banyak orang menganggap diri mereka pintar dengan mengejek dan menuduh pemerintah belum mencapai swasembada pangan.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan suatu bangsa bergantung pada kemampuannya untuk memenuhi tiga kebutuhan strategis secara mandiri: pangan, energi, dan air.
Ketiga aspek tersebut, sambungnya, adalah fondasi utama bagi kedaulatan dan kemakmuran suatu negara, dan juga menjadi perhatian komunitas internasional.
“Hampir semua pakar peradaban manusia sadar dan mengerti tanpa tiga-tiga ini suatu bangsa sulit untuk survive, sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur,” pungkas Prabowo.





