Banjir di China Telan 39 Korban Jiwa, 9 Masih Hilang, Memanas Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Banjir hebat yang melanda Kota Nanning di Wilayah Otonomi Zhuang Guangxi, China, telah menewaskan 39 orang dan menyebabkan sembilan orang lainnya dilaporkan hilang menurut keterangan pejabat setempat.
Korban dan Evakuasi
Wakil Wali Kota setempat, Ding Wei, menyampaikan angka korban jiwa serta jumlah mereka yang hilang dalam konferensi pers singkat yang digelar usai bencana. Stasiun televisi negara China Central Television (CCTV) melaporkan bahwa lebih dari 60.000 warga telah dievakuasi dari kawasan terdampak hingga Selasa (7/7).
Penyebab Awal: Jebolnya Bendungan
Ding Wei menyebutkan salah satu penyebab utama korban jiwa adalah jebolnya bendungan di Waduk Liulan, yang berkontribusi besar pada meningkatnya arus banjir dan kerusakan di wilayah sekitarnya. Menurut data sementara yang dirilis oleh otoritas lokal, insiden kerusakan bendungan telah menewaskan 26 orang dan menimbulkan kerugian material yang luas.
Tindakan Darurat dan Pencarian
Tim penyelamat lokal dan layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi-lokasi prioritas untuk melakukan operasi evakuasi, pencarian, dan pertolongan pertama kepada korban yang masih dapat diselamatkan. Pemerintah daerah melaporkan upaya berkoordinasi dengan badan-badan terkait untuk membuka jalur akses, menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan, serta mendirikan titik-titik pengungsian darurat.
Dampak Infrastruktur dan Lingkungan
Banjir yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur jalan, jembatan, serta fasilitas publik di beberapa distrik, sehingga mengganggu pasokan listrik dan air bersih untuk sebagian warga. Potensi pencemaran air dan ancaman terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian utama tim kesehatan dan lingkungan setempat.
Peringatan Cuaca dan Risiko Lanjutan
Hujan lebat yang memicu banjir masih menjadi risiko bagi daerah-daerah dataran rendah dan lembah sungai di provinsi Guangxi, sehingga otoritas cuaca setempat mengeluarkan peringatan untuk waspada terhadap hujan tambahan dan kemungkinan longsor. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah aliran sungai serta mematuhi arahan evakuasi demi keselamatan.
Langkah Selanjutnya dan Rencana Investigasi
Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab jebolnya bendungan Waduk Liulan untuk menetapkan tanggung jawab dan mencegah kejadian serupa. Selain itu, upaya pemulihan jangka panjang diprioritaskan untuk memulihkan hunian, infrastruktur dasar, dan layanan sosial bagi warga terdampak.
Meski situasi di lapangan masih dinamis, otoritas setempat menegaskan komitmen untuk terus menginformasikan perkembangan terbaru kepada publik serta memperkuat koordinasi bantuan kemanusiaan. Para keluarga korban dan masyarakat luas diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat dan bekerja sama dalam proses evakuasi serta pemulihan.





