Bahlil Pastikan Harga BBM Biosolar B50 Rp6.800 per Liter

Jakarta, Maret.id — Kebijakan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) biodiesel 50 persen (B50) resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga B50 tetap sama dengan biosolar sebelumnya, yaitu Rp 6.800 per liter.
Harga ini tidak berubah karena mengikuti tarif solar subsidi yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik, khususnya yang terkena subsidi, tetap harganya Rp 6.800. Jadi tidak ada penambahan harga,” kata Bahlil usai peresmian B50 di SPBU Rest Area KM 57 Tol Cikampek pada Kamis, 9 Juli 2026.
Bahlil menyebut kebijakan ini sebagai strategi untuk mendorong pencapaian net zero emission. “Karena ini mampu menurunkan CO2 kurang lebih sekitar 44 juta metrik ton,” ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil menyatakan bahwa penerapan mandatori biodiesel B50 diharapkan dapat menghemat devisa negara sekitar Rp 170 triliun dengan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
“Dengan implementasi B50, ternyata, Bapak Presiden, (menghemat) Rp170 triliun. Jadi dari B40 ke B50, kita bisa menahan devisa kita Rp170 triliun,” ucap Bahlil dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kebijakan mandatori B40 yang mampu menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun.
Program B50 diperkirakan juga meningkatkan nilai tambah crude palm oil (CPO) dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun. Selain itu, program ini dapat menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada tahun 2026.
“Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Dan ini adalah pertama kali,” ujar Bahlil.





