Dari IBL ke DBL Camp 2026: Imanudin Husnuzan Siap Guncang Dunia Basket Banyuwangi!

Banyuwangi, Maret.id — Imanudin Husnuzan, mantan bintang basket profesional Indonesia, kini berfokus memajukan olahraga basket di kampung halamannya, Banyuwangi. Meskipun perjalanan kariernya di liga profesional telah berakhir, cinta dan dedikasinya terhadap olahraga ini tetap menggelora.
Setelah pensiun dari dunia basket profesional pada tahun 2019, Iman memilih untuk kembali ke Banyuwangi ketimbang melanjutkan karier di kota besar. Ia merasa panggilan untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga basket di daerahnya adalah sebuah misi yang harus dijalankan. “Saya ingin kembali dan memberi kontribusi yang lebih besar bagi Kabupaten Banyuwangi,” ujar Iman.
Membangun Masa Depan Basket Banyuwangi
Langkah awal Iman dalam memajukan basket lokal dimulai dengan menjabat sebagai pelatih di SMAN 1 Glagah Banyuwangi. Debutnya bersama tim putra sekolah tersebut pada DBL East Java-East 2022 membuahkan hasil pozitiv. Di bawah kepemimpinannya, tim basket SMAN 1 Glagah berhasil mencapai tahap semifinal, menandakan bahwa potensi basket di Banyuwangi bukanlah omong kosong belaka.
Dengan pengalamannya di liga profesional, Iman berupaya membangun tim secara bertahap. “Proses ini tidaklah mudah,” katanya. Namun, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil ketika tim putra SMAN 1 Glagah berhasil menembus final DBL East Java-East pada tahun 2024 dan mengulang prestasi itu di musim berikutnya.
Menangani Tantangan Generasi Baru
Satu tantangan besar yang dihadapi Iman adalah cara berinteraksi dan melatih pemain dari generasi yang berbeda. “Mereka adalah anak-anak Gen Z dan Gen Alpha. Pendekatan kami sebagai pelatih harus berbeda,” tambahnya saat mengikuti sesi pelatihan di DBL Academy di Jakarta. Menurutnya, pola pikir dan kebutuhan pemain generasi sekarang memerlukan metode pengasuhan yang lebih adaptif.
Iman berharap dengan pendekatan yang lebih relevan dan kekinian, ia dapat mewujudkan impiannya untuk menjadikan tim basket Banyuwangi sebagai kekuatan baru di dunia olahraga pelajar. Tidak hanya ingin mencetak prestasi, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan melalui olahraga.
Kesimpulan
Komitmen Imanudin Husnuzan dalam membangun dunia basket di Banyuwangi adalah inspirasi bagi banyak calon atlet muda. Melalui dedikasinya, ia menunjukkan bahwa meski perjalanan karier seorang atlet profesional dapat berakhir, semangat dan kontribusi untuk olahraga dapat terus berlanjut, menciptakan generasi penerus yang lebih baik dan lebih berprestasi di bidang olahraga, khususnya basket.
Dengan terus memfokuskan upayanya di lapangan, Iman tidak hanya membangun tim yang kuat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif dalam diri para pemain muda. Ini adalah langkah yang berpotensi mengubah peta olahraga di daerah ujung timur Pulau Jawa ini.





