Terungkap! AKP Deky Diduga Terlibat dalam Kasus Bandar Narkoba Ishak di Kutai Barat

KUTAI BARAT, Maret.id — Bareskrim Polri telah mengambil alih penyelidikan terkait kasus peredaran narkoba yang melibatkan bandar narkoba bernama Ishak di Kutai Barat. Langkah ini diambil setelah jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) mendapatkan informasi baru yang signifikan.
Keterlibatan Oknum Polisi
Salah satu temuan penting dalam penyelidikan ini adalah dugaan keterlibatan mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, selaku Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa AKP Deky terlibat dalam mendukung operasional bisnis gelap narkoba yang dijalankan oleh Ishak dan sindikatnya.
“Penyidik kami telah mendapatkan fakta baru terkait peran AKP Deky dalam jaringan ini. Dugaan keterlibatan oknum ini sangat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” ungkap Eko saat memberikan keterangan kepada para wartawan. Penelitian lebih lanjut dilakukan untuk menentukan sejauh mana jejak keterlibatan serta lingkup sindikat ini.
Indikasi Jaringan Internasional
Dari penelusuran yang dilakukan oleh tim Bareskrim, Eko menilai bahwa keterlibatan AKP Deky membuktikan bahwa jaringan narkoba ini kemungkinan memiliki koneksi hingga ke daerah lainnya, bahkan hingga jaringan narkoba internasional. Penangkapannya terhadap Mery Christine Killing, seorang bendahara sindikat yang berusia 29 tahun, mengindikasikan bahwa jaringan tersebut mungkin lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Penangkapan Mery mengungkapkan bahwa informasi tentang keberadaan Ishak bisa didapatkan dari tangan kanan sang bandar, sehingga meningkatkan risiko penyebaran pengaruh narkoba di daerah lain. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang escalasi kejahatan terkait narkoba yang lebih luas, dan dampaknya terhadap masyarakat.
Peran Mery dan Marselus
Dari penyelidikan, diketahui bahwa Mery tidak hanya bertindak sebagai bendahara, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara AKP Deky dan Ishak. Pengacara lain yang ditangkap bersama Mery adalah Marselus Vernandus, yang juga memiliki peran strategis dalam jaringan ini.
“Marselus adalah perantara yang menghubungkan antara AKP Deky dengan Mery. Peran mereka sangat fundamental dalam menjaga kelancaran operasional bisnis narkoba ini,” jelas Eko. Penangkapan mereka memberi harapan bagi penertiban lebih lanjut terhadap sindikat narkoba di wilayah tersebut, namun juga menunjukkan tantangan besar yang dihadapi oleh pihak kepolisian dalam memberantas narkoba, terutama jika terdapat oknum yang terlibat.
Situasi yang berkembang memerlukan perhatian lebih lanjut dan tindakan tegas dari pihak kepolisian untuk menangani masalah ini secara komprehensif, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum yang konsisten dan tanpa pandang bulu sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di Indonesia.





