Karat Hadiri Forum Kedaulatan Ekonomi Berbasis Konstitusi

Jakarta, Maret.id — Dalam sebuah momentum refleksi yang berlangsung di Cisarua, Bogor, pada Sabtu, 11 Juli 2026, organisasi Karat menekankan perlunya penyelarasan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang kuat di tingkat lokal.
Manifesto 27 tahun Karat dibacakan oleh pimpinan organisasi, Bungas T. Fernando Duling. Dalam orasinya, ia menguraikan perjalanan panjang organisasi yang lahir dari perlawanan rakyat sejak tahun 1999.
“Ini adalah pertumbuhan berjenjang seperti anak tangga, sebuah transformasi organik dari rahim perlawanan rakyat,” tutur Fernando.
Ia menjelaskan bahwa Karat telah mengalami tiga fase transformasi kelembagaan yang mencerminkan adaptasi terhadap dinamika zaman. Organisasi ini dimulai sebagai Komite Aksi Rakyat Tertindas (1999-2004), kemudian berkembang menjadi Komite Aksi Rakyat Teritorial (2005-2025), sebelum akhirnya menjadi Komite Almamater Rakyat Teritorial pada tahun 2026.
“Guna menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi domestik, Karat merumuskan tiga strategi gerakan utama,” tegas Fernando.
Strategi tersebut terdiri dari Riset dan Live-In, Gerakan Aksi Ekstraparlemen, dan Implementasi Asta Cita.
Melalui langkah-langkah ini, Karat berkomitmen untuk menghadirkan perubahan yang berdampak sosial bagi masyarakat dan menciptakan perekonomian yang lebih merata.





