PDIP Kabupaten Malang Laksanakan Seleksi Ketat untuk Kader Militan

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tengah menerapkan seleksi ketat dalam Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kader militan yang ideologis dan siap memperkuat organisasi di tingkat desa.
Proses ini berlangsung mulai 11 hingga 19 Juli 2026 di seluruh desa di Kabupaten Malang. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, mengungkapkan bahwa setiap forum di tingkat bawah diwajibkan mengusulkan minimal lima nama calon ketua, sekretaris, dan bendahara.
Nama-nama tersebut kemudian akan menjalani penyaringan dan uji kompetensi sebelum ditetapkan dalam rapat pleno DPC. “Musyawarah ini adalah bagian dari perjalanan ideologis partai. Kita ingin memastikan lahir kader-kader yang memiliki karakter pejuang, militan, loyal, serta tidak mudah goyah menghadapi berbagai tantangan,” ujar Abdul Qodir.
Dia menambahkan bahwa mekanisme ini dirancang untuk memastikan pengurus yang terpilih memahami ideologi partai, memiliki rekam jejak perjuangan, dan setia kepada organisasi. Konsolidasi ini akan diakhiri dengan Musyawarah Ranting serentak pada 30 Juli 2026, di mana pengurus baru akan dilantik dan diambil sumpahnya.
Restrukturisasi ini bukan hanya untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga merupakan langkah transformasi PDI Perjuangan Kabupaten Malang menuju smart party. “Kita ingin memadukan pengalaman kader senior dengan energi Generasi Z. Kader senior membawa keteguhan perjuangan, sedangkan generasi muda menghadirkan kreativitas dan inovasi,” imbuhnya.
Dia menegaskan bahwa politik bagi PDI Perjuangan tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh kader diharapkan dapat terus hadir di tengah rakyat dan merespons berbagai masalah yang muncul.
Melalui Musran dan Musanran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menargetkan lahirnya struktur organisasi yang solid dan adaptif untuk menghadapi dinamika politik dan memperkuat kerja-kerja kerakyatan di tingkat akar rumput.





