Harga minyak dunia melejit 9 persen ancam pasokan energi global!

Jakarta, Maret.id — Harga minyak mentah dunia melesat lebih dari 9 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026) menyusul pengumuman pemerintah Amerika Serikat terkait penerapan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran di Selat Hormuz. Lonjakan tajam ini memicu kekhawatiran pasar akan potensi terganggunya pasokan energi global jika eskalasi antara Washington dan Teheran terus meningkat.
Lonjakan Harga Kontrak Minyak
Di New York Mercantile Exchange, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 6,73 dolar AS atau 9,42 persen menjadi 78,14 dolar AS per barel. Sementara di London ICE Futures Exchange, kontrak Brent untuk pengiriman September meningkat 7,29 dolar AS atau 9,59 persen ke level 83,30 dolar AS per barel.
Pemberitahuan dari Pemerintah AS
Langkah pengetatan oleh Washington dikonfirmasi melalui unggahan resmi pemerintah AS di platform media sosial terkait kebijakan angkatan laut di Selat Hormuz. Dalam pernyataan tersebut pemerintah menyebut tindakan itu ditujukan untuk membatasi akses kapal yang dinilai terkait Iran, meski detail operasional dan cakupan larangan belum sepenuhnya diurai.
Pergerakan Pelayaran di Selat Hormuz
Kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran terlihat dari data perusahaan pelacakan maritim yang menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz menurun drastis. Pada Minggu (12/7/2026) tercatat hanya 14 kapal yang berani melintas, angka terendah dalam sebulan terakhir dan menandai penurunan tajam aktivitas di jalur perdagangan energi dunia.
Reaksi Analis terhadap Risiko Geopolitik
Analis pasar menilai lonjakan harga bukan sekadar koreksi teknis tetapi respons nyata terhadap meningkatnya risiko pasokan akibat ketegangan militer. Rania Gule, analis pasar di platform perdagangan online XS.com, mengatakan pasar kini mengalkulasi risiko jangka panjang yang berpotensi mengganggu aliran distribusi minyak mentah global.
Gule menambahkan bahwa pasar tidak hanya menilai dampak langsung dari gangguan rute pelayaran, tetapi juga menimbang durasi dan kemungkinan penyelesaian diplomatik atas konflik yang memicu langkah-langkah pembatasan pelayaran. Menurutnya tanpa adanya indikator meredanya ketegangan secara signifikan, harga minyak berpotensi bertahan di level tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Dampak Potensial dan Prospek Ekonomi
Kenaikan harga minyak berisiko menambah tekanan inflasi di berbagai negara pengimpor energi dan meningkatkan biaya logistik global karena potensi rerouting kapal dan kenaikan premi asuransi laut. Dampak jangka menengah juga bisa memengaruhi sektor industri yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil serta memengaruhi perencanaan kebijakan energi di negara-negara produsen dan konsumen.
Pasar global diperkirakan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta respons diplomatik dari pemain internasional utama, karena setiap langkah lanjutan dapat memicu volatilitas yang lebih besar di pasar komoditas energi. Pemantauan intensif oleh pelaku pasar dan otoritas terkait diperkirakan akan menentukan arah pergerakan harga minyak dalam hari-hari mendatang.





