Iran

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir memastikan sampai saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meskipun ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat.
Arrmanatha mengatakan Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan situasi dan kondisi WNI di kawasan secara intensif setiap hari. Ia menuturkan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah tersebut rutin berkoordinasi dan melaporkan kondisi kota serta perkembangan situasi di lapangan.
Pemantauan dan Koordinasi Kedutaan
Menurut Arrmanatha, setiap perwakilan Indonesia di kawasan melaporkan perkembangan situasi termasuk kondisi warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Ia menegaskan mekanisme koordinasi antar-perwakilan diplomatik berjalan setiap hari untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan WNI.
Kementerian Luar Negeri juga menerima informasi secara berkala dari perwakilan yang ada di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak terhadap WNI serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan jika diperlukan.
Status WNI dan Jamaah Umrah
Wakil menteri menyatakan selama dua pekan terakhir belum ada laporan mengenai WNI yang mengalami luka atau terdampak langsung akibat serangan yang terjadi dua belah pihak. Ia menyebut hingga kini belum ditemukan dampak berupa korban jiwa atau korban luka di kalangan WNI.
Terkait jamaah umrah, Arrmanatha mengungkapkan belum ada laporan yang menunjukkan jamaah Indonesia terdampak oleh meningkatnya ketegangan. Pihak perwakilan juga bergerak cepat untuk mengecek laporan yang beredar dan memverifikasi kondisi di lokasi terkait.
Situasi Bandara dan Respons Perwakilan
Arrmanatha menjelaskan salah satu bandara yang sempat ditutup berada sekitar 600 kilometer dari Jeddah dan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menugaskan staf untuk memantau situasi di lokasi tersebut. Petugas KJRI diturunkan untuk memastikan apakah ada WNI atau kelompok WNI yang terdampak akibat penutupan bandara.
Ia menambahkan pesawat yang keluar dari bandara tersebut menuju Singapura menggunakan maskapai berbiaya rendah, dan hingga laporan terakhir tidak ditemukan jamaah Indonesia yang terdampak oleh penutupan bandara. Pemeriksaan lapangan dan verifikasi informasi menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada WNI yang tertinggal atau mengalami kesulitan.
Kementerian Luar Negeri juga mengimbau WNI untuk selalu mengikuti informasi resmi dari perwakilan RI dan menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah-wilayah yang berisiko. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan WNI dan meminimalkan paparan terhadap situasi yang tidak menentu.
Arrmanatha menekankan kesiagaan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memberikan bantuan konsuler bila diperlukan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi dan mengandalkan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri.
Langkah-langkah pencegahan serta dukungan komunikasi terus diperkuat agar semua WNI yang berada di kawasan tersebut mendapatkan informasi dan bantuan yang diperlukan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan respons diplomatik sesuai kondisi di lapangan.





