Nasional

Bank Indonesia: Likuiditas Perbankan Stabil, Tekanan Mereda

Jakarta, Maret.id — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memastikan bahwa kondisi likuiditas perbankan nasional tetap terjaga. Stabilitas ini mendukung fungsi intermediasi perbankan dan memperkuat transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah,” jelas Destry dalam pesan singkat pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia juga menyatakan bahwa Bank Indonesia aktif melakukan komunikasi dengan perbankan untuk mengatasi hambatan distribusi likuiditas antar bank dengan risiko yang terkelola dengan baik.

Destry menambahkan bahwa pengembangan pasar uang terus dilakukan melalui kolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya. Tujuannya adalah menciptakan pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Selain itu, Bank Indonesia akan memperkuat strategi ekspansi likuiditas melalui instrumen moneter seperti repo, swap, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Hingga 16 Juli, ekspansi likuiditas BI tercatat sebesar Rp 837,11 triliun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button