Bank Bullion RI Kumpulkan 177 Ton Emas Jadi Safe Haven Investor

Jakarta, Maret.id — Bank bullion di Indonesia kini mengelola sekitar 177 ton emas. Dari jumlah ini, sekitar 153 ton dikelola oleh Pegadaian dan 24 ton oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).
Data ini mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion. Layanan ini kini dipandang sebagai safe haven baru di tengah ketidakpastian pasar global.
Menurut laporan dari BCA Sekuritas, tren ini juga ditegaskan oleh Alif Fauzan, Marketing Director Nellava Bullion. “Bank Bullion kini sudah menjadi safe haven tersendiri baik bagi para investor, maupun bagi masyarakat biasa,” ucap Alif.
Alif menambahkan, “Karena memang ketika harga emas di brand-brand lain dijual seharga Rp 2,6 juta atau Rp 2,8 juta, kita jualnya di Rp 2,3 juta.” Penetapan harga tersebut disesuaikan dengan harga internasional.
Selain itu, Alif menyatakan bahwa keberadaan bank Bullion bertujuan untuk memudahkan masyarakat memiliki emas berkualitas tinggi. “Jadi life price ini kita memiliki harga emas sama pera internasional, di mana harganya jauh akan lebih murah dan bisa dimiliki secara maksimal,” ucapnya.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sebelumnya juga menyampaikan bahwa kehadiran bank Bullion diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas. Langkah ini juga berdampak pada pengembangan produk dan layanan berbasis emas serta meningkatkan produktivitas aset emas nasional.
Dony menambahkan, “Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar.” Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun industri emas yang lebih modern dan inklusif.





