Indonesia dan Singapura Perkuat Kemitraan Digital Kabel Nongsa

Jakarta, Maret.id — Pembangunan infrastruktur digital di Indonesia memasuki babak baru dengan pendaratan Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi. Proyek ini merupakan hasil dari pertemuan Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura pada awal Juli 2026.
Kabel ini mendukung arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat transformasi digital nasional. Ini sebagai bagian dari strategi untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang berdaya saing global.
“Kita merayakan pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi. Ini memperkuat koneksi digital tercepat antara Indonesia dan Singapura,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sistem yang dikembangkan oleh Telin dan BW Digital ini menawarkan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi kurang dari 2 milidetik. Kapasitas ini akan mendukung berbagai layanan digital strategis, termasuk komputasi awan dan transaksi keuangan berfrekuensi tinggi.
Kabel Nongsa–Changi bukan hanya sekadar konektivitas, tetapi juga fondasi koridor digital di Asia Tenggara. Saat ini, Indonesia memiliki 235,26 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi 81,72%.
Indonesia adalah pasar AI terbesar keempat di Asia dengan nilai pasar sebesar USD 70 miliar. Hal ini menempatkan Indonesia dalam posisi strategis untuk mengembangkan teknologi di kawasan ini.
Batam berkembang pesat sebagai gerbang digital kedua setelah Jakarta. Fasilitas di Nongsa Digital Park, milik BW Digital, memiliki kapasitas IT sebesar 120 MW dan sedang berkembang menjadi pusat utama.
Kerja sama Indonesia-Singapura, melalui Working Group, terus mendorong konektivitas dan investasi digital, khususnya di kawasan Batam-Bintan-Karimun. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di peta digital global.





