Presiden Prabowo Soroti Pentingnya Digitalisasi Pemerintah

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa digitalisasi pemerintahan terus dilaksanakan untuk mendukung berbagai program nasional. Salah satu inisiatif yang diusung adalah Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan data antar instansi pemerintah, menghilangkan aplikasi yang tumpang tindih, dan memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran. “Jangan sampai ada orang yang mampu, menerima bantuan karena datanya tidak diperbaharui, jangan sampai ada keluarga miskin tidak menerima bantuan hanya karena tidak mengenal pejabat atau tidak memahami birokrasi,” ucap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengisi data berulang kali setiap kali mengajukan layanan kepada pemerintah. Oleh karena itu, digitalisasi menjadi langkah mutlak yang harus diambil untuk mengintegrasikan data sosial, kependudukan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan perumahan dengan perlindungan keamanan yang kuat.
Dia juga menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), uji coba digitalisasi bantuan sosial telah dilakukan di 43 kabupaten/kota di 26 provinsi. Sekitar 12 juta kepala keluarga telah melakukan pendaftaran untuk digitalisasi perlinsos. “Kalau sistem kita akurat, target 0 persen kemiskinan ekstrim menjadi jauh lebih mungkin kita capai,” ucapnya.
Menanggapi arahan Presiden, Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan bahwa keberhasilan transformasi pemerintah digital bergantung pada tiga elemen penting yang saling mendukung: kepemimpinan, tata kelola kelembagaan yang kuat, dan pendekatan implementasi yang didorong oleh kasus penggunaan. Dia menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya urusan teknologi, tetapi juga agenda tata kelola.
Teknologi memang menyediakan sarana pendukung, namun kepemimpinan, kelembagaan, dan kolaborasi yang efektif menjadi kunci utama dalam keberhasilan transformasi tersebut.





