Investasi Rp352 T Blok Masela Diharapkan Dorong Ekonomi Timur

Jakarta, Maret.id — Proyek pembangunan LNG Abadi Masela resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada Kamis, 16 Juli 2026. Setelah menunggu hampir 28 tahun, proyek strategis nasional ini akhirnya memasuki fase konstruksi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa proyek ini lebih dari sekadar pembangunan lapangan gas. “Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun fondasi menuju swasembada energi,” ucap Qodari dalam keterangannya pada 20 Juli.
Dia menegaskan, ketahanan energi tidak hanya diukur dari cadangan sumber daya alam. Yang lebih penting adalah memastikan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha.
Dengan peningkatan pasokan energi, Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan global. Blok Masela diperkirakan memiliki cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik (Tcf) dan merupakan salah satu lapangan gas terbesar di negara ini.
Proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun. Besarnya produksi ini akan menjadi salah satu penopang utama kebutuhan energi nasional.
Qodari menjelaskan, proyek ini akan memberikan manfaat lebih dari sekadar penyediaan energi. “Ketersediaan gas domestik akan menjadi energi transisi yang mendorong pengembangan industri nasional,” tambahnya.
Dengan pasokan energi yang terjamin, dunia usaha akan memiliki kepastian untuk berkembang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.





