Paus bungkuk ditemukan mati terjerat jaring, memanas sengketa perikanan dan kerugian!

Jakarta, Maret.id — Seekor paus bungkuk muda ditemukan mati dalam kondisi terjerat jaring ikan di Pantai Hornitos, wilayah Antofagasta, Chili utara, pada Minggu, 19 Juli 2026. Kondisi bangkai menunjukkan sebagian besar tubuh paus masih dililit oleh jaring besar saat ditemukan oleh warga setempat.
Penemuan bangkai
Warga melaporkan penemuan bangkai tersebut setelah melihat tubuh paus terdampar di garis pantai. Menurut kesaksian lokal, paus diduga telah mati setidaknya lima hari sebelum ditemukan di pantai tersebut.
Respons otoritas setempat
Setelah menerima laporan, tim dari Direktorat Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Area Hias Mejillones bersama Dinas Perikanan dan Akuakultur Nasional Chili (Sernapesca) serta Pusat Penelitian Fauna Laut dan Pengamatan Cetacea dikerahkan untuk memeriksa lokasi. Tim melakukan pemeriksaan forensik awal terhadap bangkai dan lingkungan sekitarnya untuk mengumpulkan bukti penyebab kematian.
Pengambilan bukti dan proses penyelidikan
Otoritas setempat mengambil sebagian jaring yang menjerat paus untuk dijadikan barang bukti dalam penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah kota Mejillones mengajukan pengaduan resmi kepada Sernapesca untuk menetapkan penyebab kematian dan menilai keterlibatan aktivitas manusia.
Jenis alat tangkap yang terlibat
Penjelasan awal dari pihak berwenang menyebutkan paus terperangkap dalam jaring tirai yang biasa digunakan untuk menangkap albacora, istilah lokal untuk albacore (tuna alalunga). Jaring jenis ini bekerja dengan menjebak ikan di sekitar insangnya dan memiliki potensi menjerat spesies non-target, termasuk mamalia laut.
Hipotesis keterlibatan kapal
Meski metode penangkapan tersebut umumnya dilakukan oleh kapal-kapal kecil lokal, penyelidikan masih terus menelusuri kemungkinan keterlibatan kapal asing yang dapat menyulitkan penelusuran pemilik jaring. Keterlibatan kapal asing menjadi perhatian karena jejak jaring dan tanggung jawab hukum akan menjadi lebih kompleks jika alat tangkap tidak dapat dikaitkan dengan kapal atau nelayan setempat.
Dampak dan respons konservasi
Entanglement atau jeratan jaring merupakan salah satu ancaman utama bagi populasi paus bungkuk di kawasan pesisir, sehingga kasus ini memicu keprihatinan komunitas konservasi. Pejabat setempat menekankan perlunya penguatan pengawasan perikanan dan penerapan langkah pencegahan untuk meminimalkan interaksi berbahaya antara alat tangkap dan satwa liar.
Tindak lanjut yang diharapkan
Sernapesca diperkirakan akan melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti kematian dan apakah terdapat pelanggaran peraturan perikanan atau lingkungan. Pemerintah kota juga menyatakan akan bekerja sama dengan lembaga penelitian dan otoritas nasional untuk memperjelas kronologi kejadian dan merekomendasikan tindakan pencegahan ke depan.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan penegakan aturan di perairan pesisir di mana aktivitas perikanan intensif berpotensi menimbulkan dampak pada ekosistem laut. Upaya koordinasi antara otoritas lokal, lembaga nasional, dan komunitas nelayan dipandang penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa.





