Erma Susanti Dukung Ekonomi Kelompok Tani Hutan di Jatim

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong penguatan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga hutan. Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) kepada dua Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Blitar.
Bantuan tersebut diserahkan di Balai Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, bersama Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Ir Jumadi. Dua kelompok penerima adalah KTH Karya Gama di Desa Gadungan dan KTH Ngudi Mulyo di Desa Kalitengah, masing-masing menerima mesin chopper dan pulper perontok kopi.
Erma menekankan bahwa dukungan alat produksi ini adalah upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang mengelola lahan di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, peningkatan produktivitas dapat berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
“KTH selama ini mengembangkan komoditas unggulan seperti kopi dan tanaman pakan ternak. Dengan dukungan alat produksi, proses pengolahan menjadi lebih efisien dan hasilnya memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” tuturnya.
Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian dan sumber daya alam, Erma menilai bahwa pemberdayaan masyarakat di kawasan ini perlu diperkuat untuk menekan angka kemiskinan dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
“Ketika masyarakat di sekitar hutan semakin berdaya dan sejahtera, kepedulian mereka terhadap kelestarian hutan akan semakin tinggi. Karena itu, pemberdayaan ekonomi dan konservasi harus berjalan beriringan,” kata Erma, yang merupakan politisi PDI Perjuangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Ir Jumadi, menyatakan bahwa potensi ekonomi kawasan hutan terus berkembang. Selain hasil kayu, komoditas nonkayu seperti kopi memiliki prospek besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Nilai transaksi ekonomi dari kawasan hutan terus meningkat. Kopi menjadi salah satu komoditas yang prospektif. Karena itu, kelompok tani perlu terus didukung agar mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberdayakan kelompok tani hutan dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal. Hal ini sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.





