DPC Nganjuk Targetkan 40 Persen Kader Muda dan Perempuan di Ranting PDIP

Jakarta, Maret.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar Musyawarah Ranting (Musran) pada 25–26 Juli 2026.
Konsolidasi organisasi ini menunjukkan komitmen partai dalam mempercepat regenerasi kepemimpinan, dengan fokus pada keterwakilan pemuda dan perempuan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk Marhaen Djumadi menekankan bahwa kepengurusan baru di tingkat ranting diwajibkan untuk memenuhi kuota minimal 40 persen perempuan dan 40 persen kader muda di bawah usia 35 tahun.
Strategi ini dirancang untuk memperkuat mesin partai menjelang Pemilu 2029.
“Mempersiapkan Gen Z serta mempercepat regenerasi kepemimpinan masa depan adalah kunci. Kami memenuhi keterwakilan 40 persen kawula muda di bawah 35 tahun dan 40 persen kuota perempuan sebagai penguat mesin partai,” tutur Marhaen.
Sebagai Bupati Nganjuk, Marhaen menambahkan bahwa regenerasi harus berjalan seiring dengan soliditas struktur dari tingkat DPP hingga anak ranting.
Pelibatan generasi muda di posisi strategis dianggapnya sebagai investasi jangka panjang bagi organisasi.
Musran dimulai di Kecamatan Bagor sebagai titik pertama konsolidasi. Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bagor, Surya Putra (Alex), menjelaskan bahwa pelibatan generasi muda dilakukan dengan rencana yang terstruktur melalui pembinaan kapasitas.
“Regenerasi ini kami siapkan sejak sekarang. Kader muda yang masuk adalah mereka yang memiliki kapasitas dan aktif di berbagai bidang, sehingga mampu memperkuat organisasi,” ujar Alex.
Ia menilai bahwa partisipasi pemuda bukan sekadar untuk memenuhi kuota formalitas, melainkan juga untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Terlebih, demografi pemilih dalam Pemilu 2029 diproyeksikan akan didominasi oleh kalangan pemilih pemula dan generasi muda.
Selain restrukturisasi kepengurusan, forum Musran ini juga digunakan untuk memperkuat disiplin organisasi dan meneguhkan nilai-nilai ideologi partai di tingkat akar rumput.





