Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Lestarikan Permainan Nusantara DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Taman Blambangan di Banyuwangi dipenuhi ribuan siswa SD yang ikut merayakan Festival Memengan Tradisional. Anak-anak generasi alpha ini menikmati permainan tradisional yang diwariskan oleh orang tua mereka, seperti gobak sodor, lompat tali, dan engklek.
Amelia, siswa kelas 6 SDN 1 Segobang, terlihat gembira saat bermain semprongan. “Tidak pernah tahu mainan ini. Asyik sih, orangtua saya juga kadang ikut main kalau saya mencoba di rumah,” tuturnya.
Festival ini berlangsung sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk melestarikan kurikulum pendidikan karakter. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan, “Semua nilai positif ini bisa didapatkan lewat permainan tradisional yang mereka mainkan hari ini.”
Ipuk berharap Festival Memengan Tradisional dapat menarik perhatian anak-anak dari kecanduan gawai. “Teknologi tidak bisa kita hindarkan dari anak-anak. Namun kita bisa mencari penyeimbang agar teknologi tidak sampai merusak karakter mereka,” imbuhnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menambahkan bahwa festival ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. “Kegiatan ini untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak-anak dan melestarikannya,” ujarnya.
Selain Festival Memengan Tradisional, peringatan Hari Anak Nasional di Banyuwangi juga dimeriahkan dengan Pameran Karya Pelajar. Acara tersebut menampilkan berbagai inovasi teknologi dari pelajar, salah satunya automatic fish feeder dari siswa SMPN 1 Banyuwangi.
Kegiatan ini juga diisi dengan lomba story telling dan Padang Ulanan untuk menampilkan potensi seni dan budaya pelajar. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi kreativitas anak-anak dan menjaga kesehatan mereka melalui interaksi sosial yang positif.





