PERKUAT PERLINDUNGAN ANAK! KEMENDUKBANGGA/BKKBN OPTIMALKAN PROGRAM TAMASYA!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) berkomitmen untuk memperkuat perlindungan anak melalui optimalisasi Program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Langkah ini diambil demi memastikan pengasuhan dan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik di seluruh Indonesia, yang disampaikan oleh Wakil Menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Pemantauan Program Tamasya
Dalam upaya pemantauan yang lebih baik, lebih dari 3.300 Bina Keluarga Balita (BKB) telah bergabung dalam Program Tamasya di berbagai daerah. Pemantauan dilakukan secara langsung oleh penyuluh keluarga berencana (KB) dan petugas lapangan, termasuk Tim Pendamping Keluarga yang memastikan pelaksanaan program sesuai target.
Ratu Ayu menegaskan bahwa pemantauan mencakup pembaruan data administratif dan evaluasi capaian dari empat layanan utama Program Tamasya yang dilakukan setiap bulan. Laporan-laporan tersebut kemudian disampaikan secara berjenjang dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Keterjangkauan Layanan untuk Pekerja
Kemendukbangga/BKKBN juga berupaya agar layanan Program Tamasya tetap terjangkau bagi semua kalangan, termasuk pekerja dari golongan menengah ke bawah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, di mana pengusaha diwajibkan menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya.
Wakil Menteri menekankan pentingnya pengusaha untuk menyediakan tempat penitipan anak, sehingga pekerja dapat bekerja dengan tenang, mengetahui bahwa pengasuhan anak mereka terjamin dengan baik. Penyediaan layanan penitipan anak ini diharapkan bisa menjadi dorongan bagi perempuan pekerja untuk tetap aktif di dunia kerja.
Kolaborasi untuk Perlindungan Anak
Kemendukbangga/BKKBN juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, untuk meningkatkan jumlah dan kualitas layanan penitipan anak di lingkungan kerja. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak instansi pemerintah dan perusahaan yang menyediakan fasilitas ini.
Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan pentingnya program Tamasya dalam memperkuat ekosistem pengasuhan anak di Indonesia. Dia juga menyatakan keprihatinan terhadap kasus kekerasan yang terjadi di fasilitas penitipan, yang menjadi momentum penting untuk mempercepat penguatan sistem perlindungan anak di Indonesia.
Budi menjelaskan bahwa program ini mengambil pendekatan holistik yang berbasis keluarga dan komunitas, mencakup aspek pengasuhan, gizi, dan kesehatan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak serta keluarga mereka. Dengan langkah-langkah ini, Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan keseriusan dalam menjaga masa depan generasi penerus bangsa, sesuai dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Indonesia.



