Gaya Komunikasi Politik Pemerintah Membingungkan Publik!

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik, Dr. Selamat Ginting, mengemukakan pandangannya terkait gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah podcast yang ditayangkan di saluran YouTube. Menurutnya, terdapat kritik yang muncul dari berbagai kalangan akademisi dan ahli komunikasi terhadap cara Presiden Prabowo berinteraksi dengan publik.
Kritik terhadap Gaya Komunikasi Presiden
Selamat Ginting menyatakan bahwa perubahan dalam gaya komunikasi presiden tidak didukung oleh sistem komunikasi pemerintahan yang terorganisir dengan baik. Hal ini menyebabkan persepsi yang beragam terhadap pidato Prabowo, di mana masyarakat merasakan adanya ketidakselarasan antara kekuatan presiden dan kelemahan juru bicara pemerintah. “Kocar-kacir itu,” ungkap dia, mencerminkan kesan kacau dalam arus informasi dari pemerintah.
Lebih lanjut, Selamat menyoroti bahwa Prabowo dikenal sebagai sosok yang karismatik, namun narasi yang disampaikan oleh pemerintah sering kali tidak relevan dengan pernyataan presiden. “Jadi tidak sinkron gitu ya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa menteri-menteri dalam kabinet terlihat sering berbicara dengan perspektif yang berbeda dari apa yang disampaikan oleh presiden, dan keterlambatan dalam klarifikasi isu-isu publik semakin memperburuk situasi.
Keterlambatan Respons Terhadap Isu Publik
Dr. Selamat juga mengamati bahwa banyak isu berkembang di media sosial sebelum dijawab oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan pemerintah tampak tertinggal dan tidak responsif. “Ini kan ketinggalan, seperti ketinggalan kereta gitu,” ujarnya, menggambarkan bagaimana narasi yang lambat membahayakan citra pemerintah di era digital.
Kekosongan dalam komunikasi dapat menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama ketika informasi tidak disampaikan secara tepat waktu. Dalam konteks ini, masyarakat tentu mengharapkan adanya respons yang lebih cepat dan jelas dari pemerintah terhadap isu-isu yang berkembang.
Gaya Komunikasi yang Elitis
Selamat juga menyoroti bahwa gaya komunikasi juru bicara pemerintah cenderung elit, lebih fokus pada interaksi dengan kalangan intelektual dan sesama menteri di kabinet. “Dia kurang membumi dan menyentuh akar rumput,” tegasnya. Hal ini menjadikan komunikasi pemerintah terkesan menjauh dari masyarakat umum, yang seharusnya menjadi sasaran utama.
Dengan kritik dan masukan yang disampaikan, diharapkan gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto dan pihak pemerintah dapat diperbaiki dan lebih terintegrasi. Penting bagi pemimpin untuk mampu menjalin komunikasi yang dekat dengan masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.





