Petakan Potensi Daerah, 1.476 Akademisi Masuki 154 Kawasan

Jakarta, Maret.id — Kementerian Transmigrasi Indonesia telah menyiapkan keberangkatan 1.476 peserta Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh tanah air. Program ini melibatkan mahasiswa dari 10 perguruan tinggi, peneliti, dan civitas akademika.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa keterlibatan akademisi bertujuan untuk menyusun solusi konkret bagi tantangan di kawasan transmigrasi. “Memajukan ekonomi di berbagai wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tentu melalui program-program unggulan transmigrasi,” ucapnya saat pelepasan tim di Balai Kartini, Jakarta, pada Rabu, 29 Juli 2026.
AHY mengakui bahwa kondisi kawasan transmigrasi bervariasi. Beberapa wilayah berhasil berkembang, sementara yang lain menghadapi kendala. “Sebagian sukses, sebagian belum sukses, misalnya karena keterbatasan infrastruktur, konektivitas, yang akhirnya kawasan transmigrasi itu ditinggalkan oleh mereka yang sudah lama sebetulnya berada di daerah tersebut,” ujarnya.
Program ini bertujuan untuk memetakan potensi wilayah, mengingat setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda. “Misalnya di suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, mungkin di daerah yang lain potensinya adalah pariwisata, ekonomi kreatif, di tempat yang lain industri, hilirisasi, dan lain-lain,” jelasnya.
Peran utama Ekspedisi Patriot adalah melakukan analisis yang baik, melaporkan hasilnya langsung dari lapangan, serta memberikan masukan kepada Kementerian Transmigrasi untuk pengembangan selanjutnya. “Mudah-mudahan ketika bertemu antara masukan akademis dengan kebijakan yang sifatnya strategis di tingkat pusat, ini benar-benar bisa menjadi efektif dan bisa dijalankan dengan baik,” harapnya.





