Dunia

AS dan Arab Saudi menyerang kelompok bersenjata di Irak, memanas ketegangan regional!

Jakarta, Maret.id — Amerika Serikat bersama Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap sejumlah lokasi yang diklaim digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di wilayah timur Irak sebagai respons atas gelombang serangan pesawat nirawak belakangan ini.

Operasi dan Sasaran

Jet-jet tempur AS dan Saudi menargetkan lokasi logistik serta penyimpanan persenjataan yang disebut dipakai oleh kelompok-kelompok bersenjata di Irak timur. Operasi ini berlangsung setelah serangkaian serangan drone yang menimpa pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Klaim Komando Pusat AS (CENTCOM)

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons tegas terhadap lebih dari 30 serangan pesawat tak berawak dalam kurun 72 jam terakhir yang menurut mereka diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). “Jet tempur AS dan Saudi menyerang beberapa lokasi logistik dan senjata teroris di seluruh Irak timur sebagai respons tegas terhadap lebih dari 30 serangan pesawat tak berawak yang diarahkan oleh IRGC dalam 72 jam terakhir,” demikian bunyi pernyataan CENTCOM pada Rabu, 29 Juli 2026.

Rekam Jejak Serangan

CENTCOM juga mengklaim bahwa serangan yang dituding dilakukan oleh IRGC tersebut tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan dan tidak mencapai sasaran. Selain itu, lembaga militer AS itu menyebut sejak Februari hingga April, kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran di Irak diduga berupaya melancarkan lebih dari 600 serangan terhadap warga negara AS serta fasilitas-fasilitas milik Amerika Serikat.

Peringatan dan Potensi Eskalasi

Militer AS memperingatkan IRGC beserta kelompok-kelompok proksinya untuk menghentikan serangan-serangan tersebut guna menghindari respons militer lanjutan dari Amerika Serikat. Peringatan keras ini menekankan kemungkinan eskalasi lebih lanjut jika serangan terhadap kepentingan AS dan mitra regional tidak segera dihentikan.

Dampak Regional dan Kekhawatiran Kedaulatan

Serangan gabungan AS dan Saudi di wilayah Irak menimbulkan kekhawatiran soal dampak terhadap stabilitas regional dan kedaulatan Irak, yang acapkali menjadi medan persaingan antara aktor-aktor regional. Para pengamat menyatakan tindakan militer semacam ini berpotensi memperburuk ketegangan antara blok yang saling bersitegang di kawasan dan memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk Teheran.

Reaksi resmi dari pemerintah Irak terhadap serangan ini belum diumumkan secara luas pada saat pernyataan CENTCOM dirilis. Sementara itu, tindakan militer yang melibatkan wilayah Irak kembali mengangkat pertanyaan mengenai koordinasi dan izin penggunaan ruang udara serta dampaknya terhadap warga sipil di kawasan yang terdampak.

Langkah terbaru oleh AS dan Saudi ini merupakan tanda meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah terkait serangan drone dan ancaman terhadap infrastruktur energi, dan tetap menjadi perkembangan yang dipantau ketat oleh komunitas internasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button