Nasional

Lahan Sekolah Rakyat Muna Barat 10 Hektare untuk 2 Ribu Siswa

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Muna Barat melakukan perluasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari enam hektare menjadi sepuluh hektare.

Perluasan ini sejalan dengan peningkatan kapasitas sekolah dari 1.000 menjadi 2.000 siswa, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan bahwa usulan pembangunan Sekolah Rakyat ini akan diproses agar dapat mengikuti tender pada Oktober 2026. “Setelah proses administrasinya di Kemensos selesai nanti kita berikan ke Mensos, Mensos tanda tangan. Kita susulkan ke Kemen PU. Rencananya itu di bulan Oktober nanti tender,” ucap Agus Jabo.

Agus menambahkan bahwa Kemensos sebelumnya telah mengusulkan 110 titik lokasi pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan adanya penambahan target pembangunan berdasarkan arahan Presiden, usulan dari Kabupaten Muna Barat akan disusulkan setelah semua proses administrasi selesai.

Ia menjelaskan bahwa jika proses tender berlangsung pada Oktober ini, pembangunan ditargetkan akan dimulai tahun ini. “Kalau bisa (ikut) tender di Oktober, tahun ini dibangun. Tahun depan sudah bisa buka (perekrutan) siswa,” jelasnya.

Perekrutan siswa untuk tahun ajaran berikutnya direncanakan dimulai pada bulan Desember. Peningkatan daya tampung sekolah menjadi 2.000 siswa tentu membuat kebutuhan lahan dan bangunan bertambah, sehingga perluasan lahan dianggap tepat.

Agus Jabo juga meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk terus berkoordinasi dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat. Selanjutnya, Sekber akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk melakukan verifikasi lapangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button