Hakim Danish Menggila Tumbangkan Veda Ega Pratama, Q2 Catalunya Memanas!

Jakarta, Maret.id — Pembalap asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, belum mampu menunjukkan performa maksimal pada sesi latihan bebas (FP1) Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Jumat malam, 15 Mei 2026.
Hasil dan Posisi
Veda menutup sesi dengan catatan posisi ke-19 dan dipastikan harus memulai perjuangan kualifikasi dari Q1. Torehan waktunya pada kesempatan terbaik tercatat 1 menit 48,136 detik, namun itu belum cukup untuk menembus daftar langsung ke Q2.
Jalannya Sesi FP1
Sesi latihan berdurasi 35 menit berlangsung dalam persaingan ketat sejak lap awal dan posisi teratas kerap berubah-ubah. Pembalap tuan rumah Adrian Fernandez sempat memimpin dengan 1:48,723, namun nama-nama seperti Brian Uriarte, David Almansa, Casey O’Gorman hingga Hakim Danish kemudian memperbaiki waktu sehingga memacu dinamika klasemen.
Tantangan Veda di Trek Catalunya
Sejak awal Veda kesulitan menemukan ritme terbaiknya dan sempat tercecer di posisi ke-24 dengan selisih hampir dua detik dari pemuncak sesi. Pada run pertama ia mencatat 1:49,404 dan perlahan menunjukkan peningkatan sehingga menembus 20 besar sebelum memperbaiki menjadi 1:48,384 pada lima menit terakhir.
Evaluasi Tim dan Prospek Kualifikasi
Tim Honda Team Asia akan mengevaluasi data dan hasil telemetri untuk mencari pengaturan yang lebih kompetitif menjelang kualifikasi, sebab perbaikan kecil pada set-up dinilai krusial di lintasan cepat seperti Catalunya. Veda dan kru teknis diperkirakan akan fokus pada ritme putaran dan manajemen ban untuk upaya lolos ke Q2 pada sesi kualifikasi berikutnya.
Kompetisi dan Implikasi Balapan
Perubahan posisi cepat dalam FP1 menunjukkan kompetisi Moto3 musim ini masih sangat rapat dan margin antar-pembalap terukur dalam hitungan detik. Bagi Veda, tantangan utama adalah mentransformasikan peningkatan waktu putaran yang terlihat pada akhir sesi menjadi konsistensi, sehingga peluang untuk bersaing di barisan depan pada balapan tetap terbuka.
Jadwal kualifikasi akan menentukan jalur Veda menuju grid utama, dengan tekanan tambahan karena harus melalui Q1; hasil di hari kualifikasi menjadi penentu peluangnya merebut posisi start yang lebih strategis. Tim dan pembalap menyatakan kesiapan untuk bekerja secara intensif sebelum babak kualifikasi dan balapan utama sehingga target poin dan perkembangan musim tetap realistis.





