Dunia

Longsor Salju di Broad Peak Menyisakan 10 Pendaki Hilang, Memanas Ketegangan Perbatasan!

Jakarta, Maret.id — Sepuluh pendaki dilaporkan hilang setelah longsoran salju besar menerjang Broad Peak, salah satu gunung tertinggi di dunia yang berada di Pegunungan Karakoram di perbatasan Pakistan-Tiongkok. Longsoran itu terjadi pada sekitar tengah hari waktu setempat dan memicu situasi darurat di wilayah pegunungan yang dikenal berbahaya dan terpencil tersebut.

Kronologi kejadian

Organisasi Alpine Club of Pakistan menyampaikan melalui unggahan di Instagram bahwa longsoran menimpa tim pendaki internasional yang sedang beroperasi di jalur Broad Peak pada siang hari. Informasi awal menyebutkan bahwa tim langsung terdampak dan beberapa anggota dinyatakan hilang, sementara proses identifikasi korban dan kondisi individual masih berlangsung.

Komposisi tim

Ekspedisi yang dipimpin Nirmal “Nims” Purja, pendaki Nepalese yang juga dikenal sebagai mantan anggota militer dan pencatat prestasi dunia, tercatat terdiri atas warga negara dari beberapa negara. Alpine Club of Pakistan merinci komposisi tim yang terlibat mencakup seorang warga Amerika Serikat, seorang warga Tiongkok, seorang warga Oman dan lima pendaki asal Nepal; organisasi tersebut belum merinci identitas semua anggota sehingga ada selisih hitung terhadap jumlah total yang dilaporkan hilang.

Respons pihak berwenang

Presiden Alpine Club of Pakistan, Irfan Arshad, bersama jajaran pimpinan senior dilaporkan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas setempat untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka mengerahkan upaya untuk memfasilitasi dukungan helikopter dan sumber daya lainnya, sekaligus menyesuaikan rencana operasi dengan kondisi cuaca dan faktor keselamatan tim penyelamat.

Tantangan operasional

Upaya SAR (search and rescue) di kawasan Broad Peak menghadapi tantangan besar berupa medan ekstrim, ketinggian lebih dari 8.000 meter, dan cuaca yang mudah berubah sehingga membatasi jangkauan udara. Sumber daya seperti helikopter hanya dapat dikerahkan jika kondisi cuaca memungkinkan, sementara tim darat harus mengatasi risiko longsoran lanjutan dan medan yang sulit diakses.

Latar belakang ekspedisi

Nirmal “Nims” Purja diketahui sedang berada di Pakistan untuk melanjutkan program Hat-Trick Project yang menargetkan penaklukan 14 puncak lebih dari 8.000 meter dan penyelesaian Seven Summits sebanyak tiga kali. Purja sebelumnya mencatat sejumlah prestasi dunia dalam pendakian berkecepatan tinggi dan kerap menjadi pemimpin ekspedisi multinasional di pegunungan tinggi.

Keluarga para pendaki dan komunitas mountaineering internasional mengikuti perkembangan dengan cemas, sementara otoritas setempat bersama organisasi pendakian terus berkoordinasi untuk memperoleh data lebih lengkap tentang identitas dan kondisi anggota tim yang terdampak. Informasi resmi dan perkembangan evakuasi diharapkan dapat disampaikan seiring berjalanannya operasi di lapangan.

Pihak-pihak terkait meminta agar publik dan media menghormati proses pencarian yang sedang berlangsung serta menghindari spekulasi yang dapat mengganggu upaya penyelamatan. Tim SAR menegaskan bahwa keselamatan warga pendaki, tim penyelamat, dan evakuasi yang terencana tetap menjadi prioritas utama.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button