Dunia Berebut Investasi AI dan Robotik di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Chairman Lippo Group James Riady menyatakan bahwa Indonesia semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan teknologi global untuk pengembangan industri kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Menurutnya, minat tersebut dipicu oleh keunggulan Indonesia dalam ketersediaan energi, konektivitas digital, dan kebijakan luar negeri yang mendukung akses terhadap teknologi strategis.
James mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi dunia mulai menjajaki investasi di Indonesia, khususnya di kawasan Batam dan koridor Jakarta-Karawang.
“Contohnya di industri yang paling futuristik, paling ke depan itu, yaitu AI dan robotics. Perusahaan-perusahaan teknologi sangat positif terhadap Indonesia. Rata-rata mereka ingin masuk ke Indonesia,” ucap James kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa Batam dan kawasan Jakarta-Karawang menjadi tujuan utama investasi karena memiliki kecukupan pasokan energi dan koneksi serat optik yang terhubung dengan jaringan global.
“Rata-rata masuk ke Indonesia, khususnya di Batam dan juga di jalur Jakarta ke Karawang itu karena memiliki kecukupan dari energi dan memiliki fiber connection ke dunia,” ujarnya.
James menambahkan bahwa keberhasilan politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif sangat penting dalam meningkatkan daya tarik investasi di sektor teknologi tinggi.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan akses untuk membeli GPU chip terkemuka di dunia yang tidak dimiliki oleh banyak negara lainnya. “Karena hubungan luar negeri bebas aktif dari Indonesia yang berhasil, sehingga Amerika mengizinkan Indonesia bisa membeli GPU chip yang terkemuka di dunia,” katanya.
James menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga berkembang sebagai pusat produksi dan pengembangan teknologi di kawasan.
“Sehingga itu merupakan satu industri baru, merupakan suatu hari depan baru. Indonesia tidak saja menjadi konsumen AI, tetapi menjadi produser, menjadi basis teknologi untuk setidaknya ASEAN, tapi juga untuk keseluruhan Global South,” tuturnya.





