Honda Ternyata Patenkan Identitas di GIIAS 2026, Super

Jakarta, Maret.id — PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan filosofi baru bernama “Culture. Evolved.” dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Melalui sesi Media Deep Dive, Honda menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya berbasis pada teknologi namun juga mencakup filosofi, desain, dan identitas visual yang mempertahankan karakteristik khas Honda.
Perusahaan asal Jepang ini mengungkapkan bahwa dalam menghadapi dinamika industri otomotif global, evolusi tidak hanya sekadar meluncurkan kendaraan baru. Honda berkomitmen bahwa setiap inovasi yang diperkenalkan tetap berakar pada nilai-nilai yang telah menjadi dasar perusahaan selama puluhan tahun.
Fokus pada Elektrifikasi dan Responsibilitas Lingkungan
Perubahan menuju kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu titik fokus utama dari langkah strategis Honda. Meskipun demikian, perusahaan menegaskan bahwa elektrifikasi tidak berarti meninggalkan identitas yang telah menempel di setiap produk mereka. Dalam konteks ini, tema “Culture. Evolved.” dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa teknologi, desain, dan pengalaman berkendara Honda akan terus berkembang sejalan dengan kebutuhan zaman.
Yusak Billy, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor, menyatakan bahwa elektrifikasi adalah kelanjutan dari perjalanan panjang Honda dalam memberikan pengalaman berkendara yang menggembirakan. “Bagi Honda, elektrifikasi bukan perubahan jati diri kami, tapi evolusi dari cara kami mewujudkan nilai-nilai yang selalu menjadi fondasi Honda,” ujar Yusak.
Transformasi Identitas dengan Logo H Baru
Salah satu sorotan utama dalam pameran GIIAS 2026 adalah peluncuran logo H generasi terbaru yang diperkenalkan melalui kendaraan listrik Honda. Desain logo yang memiliki bentuk terbuka tersebut melambangkan dua tangan yang seolah meraih ke depan, simbol dari komitmen Honda untuk memperluas peluang mobilitas dan membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen.
Desain baru ini tidak hanya merepresentasikan pembaruan identitas visual, namun juga menegaskan bahwa Honda akan terus berinovasi tanpa meninggalkan warisan nilai yang menjadi ciri khas perusahaan. Menurut Honda, logo ini mencerminkan perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Honda Super-ONE: Representasi Terbaru Honda Culture
Pada kesempatan tersebut, Honda juga mengenalkan Honda Super-ONE sebagai contoh nyata dari filosofi perusahaan di era elektrifikasi. Model ini dirancang dengan pendekatan “A Honda First. Electric Second.”, yang mengedepankan karakter berkendara khas Honda sebelum aspek elektrifikasi.
Ferdianto Budiono, Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor, menambahkan bahwa setiap model Honda memiliki karakteristik unik, tetapi semuanya dibangun di atas filosofi yang sama. “Semua model dikembangkan dengan filosofi Engineered for Driving Joy, yang menjadi penentu identitas berkendara setiap kendaraan Honda, termasuk di dalamnya mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik,” jelas Ferdianto.
Dengan filosofinya yang solid, Honda berupaya untuk menunjukkan bahwa perusahaan ini selalu siap untuk beradaptasi dan berkembang, meski di tengah perubahan zaman yang pesat. Lima pilar yang menjadi fondasi seluruh produk Honda tetap menjadi pedoman dalam setiap langkah inovasi yang diambil oleh perusahaan.
Proses inovasi yang berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Honda di pasar otomotif tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand yang telah berhasil membangun reputasi kualitas dan performa selama bertahun-tahun.





