DIBENTUK! Tim Hisab Rukyat Kemenag 2026 Resmi Dikukuhkan!

Jakarta, Maret.id — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi telah mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama untuk tahun 2026. Tim ini beranggotakan berbagai elemen, termasuk ulama, saintis, akademisi, serta perwakilan dari organisasi masyarakat Islam, bertujuan untuk melakukan penentuan awal bulan Hijriyah.
Pengukuhan Tim Hisab Rukyat
Pengukuhan tim dilakukan pada Jumat, 14 Mei 2026, di Kantor Kementerian Agama Jakarta. Dalam sambutannya, Nasaruddin menyampaikan bahwa penetapan awal bulan Hijriyah bukan hanya sekadar urusan teknis, tetapi juga menyangkut aspek keyakinan dan kebersamaan sosial di kalangan umat Muslim.
Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kehadiran tim ini dalam menghadirkan kepastian waktu ibadah yang sejalan dengan syariat dan pemahaman ilmiah. “Kami ingin mengambil keputusan yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menghormati keragaman pendekatan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Legitimasi Keagamaan dan Ilmiah
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Tim Hisab Rukyat dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 208 Tahun 2026. “Pendekatan ini diperlukan agar keputusan yang diambil memiliki legitimasi keagamaan dan dasar ilmiah yang kokoh,” katanya.
Abu Rokhmad juga menekankan bahwa tim ini akan berfungsi untuk memperkuat komunikasi antara berbagai organisasi Islam dan lembaga terkait, terutama menjelang Sidang Isbat ditetapkannya awal Dzulhijjah 1447 Hijriah yang dijadwalkan pada 17 Mei 2026.
Komposisi Tim Hisab Rukyat
Tim Hisab Rukyat mencakup berbagai unsur, termasuk Mahkamah Agung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, tim juga melibatkan pakar astronomi, akademisi, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh hisab rukyat nasional.
Ketua tim ini adalah Arsad Hidayat, sementara Lubenah menjabat sebagai sekretaris. Beberapa nama ulama dan saintis terkemuka juga menjadi bagian dari tim ini, seperti Abdullah Jaidi, Sirril Wafa, dan Thomas Djamaluddin di sisi saintis dan akademisi.
Dengan dibentuknya Tim Hisab Rukyat ini, diharapkan proses penetapan awal bulan Hijriyah dapat lebih terintegrasi antara aspek syariat, sains, dan kemaslahatan umat, menciptakan kesatuan dan kerukunan antar umat Islam di Indonesia.



