Kemenhub Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa II Dapat Pendampingan dan Santunan

Jakarta, Maret.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal sepenuhnya pemenuhan hak-hak korban dan keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Komitmen ini mencakup pendampingan dari proses evakuasi hingga pelayanan kesehatan, penyelesaian santunan, dan perlindungan asuransi. “Kami telah menginstruksikan jajaran Kementerian Perhubungan untuk terus mengawal proses pemenuhan hak-hak korban dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal,” ucap Dudy dalam keterangannya, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menekankan pentingnya agar tidak ada korban atau keluarga yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan maupun hak-haknya. Menhub juga menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, operator kapal, dan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan korban berlangsung cepat dan terpadu.
Pemerintah memastikan setiap penumpang mendapatkan hak sesuai ketentuan, mulai dari evakuasi, pelayanan medis, pendampingan keluarga, hingga proses administrasi dan santunan. Selain itu, Kemenhub juga mengawasi operator kapal agar memenuhi kewajibannya kepada korban dan keluarga, termasuk memberikan informasi yang akurat serta mempermudah proses identifikasi korban.
Hingga Senin, 3 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, data sementara menunjukkan bahwa sebanyak 234 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 229 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia. “Atas nama pemerintah dan Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia,” kata Dudy.
Ia juga berharap agar seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera pulih. Sementara itu, proses pencocokan identitas korban dengan manifes penumpang masih terus dilakukan dengan cermat untuk memastikan akurasi informasi yang disampaikan kepada keluarga.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian korban yang belum ditemukan dengan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan.





