Olahraga

Oliver Baumann ungkap momen unik setelah peluit akhir Piala Dunia

Jakarta, Maret.id — Kiper Oliver Baumann mengungkapkan kritiknya terhadap komersialisasi sepak bola di Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Utara. Dalam sesi media di sela pemusatan latihan TSG Hoffenheim di Seefeld, ia menyatakan, “Tolong biarkan sepak bola tetap menjadi sepak bola, agar yang dibicarakan adalah olahraganya…” kata Baumann.

Baumann menyoroti masalah badge yang diperkenalkan untuk para pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia. Ia menjelaskan, “Di jersey kami ada badge-badge kecil… Saya ingin membawanya pulang lagi!” katanya. Menurutnya, badge tersebut dipastikan memiliki tujuan komersial yang menguntungkan sejumlah sponsor.

Dari kabar yang beredar, badge-badge tersebut merupakan hasil kesepakatan antara FIFA dan produsen merchandise Fanatics. Mereka berencana mengubah badge yang diambil dari jersey menjadi barang dagangan baru setelah Piala Dunia 2030.

Selain itu, Baumann juga mengkritik penerapan hydration break yang dipandang tidak sesuai dengan kondisi iklim. “Di Houston misalnya, stadionnya diklimatisasi pada 22 derajat, tetapi hanya karena itu tertulis di atas kertas, jeda itu tetap dilakukan…” tegasnya. Ia menyoroti bahwa jeda minum tersebut dimanfaatkan untuk tayangan iklan oleh stasiun TV.

Kritik Baumann terus berlanjut kepada kondisi lapangan di stadion final yang terletak di East Rutherford, dekat New York. “Rumputnya sangat kering. Bagi saya, itu bukan stadion final, setidaknya bukan dari kondisi lapangannya…” ujarnya mengungkapkan ketidakpuasan.

Di Piala Dunia ini, Baumann berperan sebagai kiper cadangan Jerman di belakang Manuel Neuer yang kembali dari cedera. Meski mendapatkan dukungan dari pelatih Julian Nagelsmann, ia akhirnya ditetapkan sebagai nomor dua sebelum pengumuman skuad. “Dia memang menyesal dengan bagaimana semua itu pada akhirnya berjalan…” ungkap Baumann.

Tim DFB yang dilatih Nagelsmann akhirnya tersingkir di babak 16 besar oleh Paraguay. Setelah kejadian tersebut, Nagelsmann memutuskan untuk mundur dari jabatannya, sementara posisi kepelatihan kini diambil alih oleh Jürgen Klopp.

Menyikapi kritik Baumann, seorang penggemar sepak bola di Jakarta mengungkapkan, “Saya setuju dengan pendapatnya. Komersialisasi terlalu berlebihan, yang penting adalah pengalaman dan keaslian dari permainan.” kata Andi, seorang fan sepak bola lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button