Olahraga

Peluang terbesar kami masih ada di depan Larry Berg di MLS

Jakarta, Maret.id — Komisioner yang baru dilantik Major League Soccer (MLS), Larry Berg, memberikan wawasan tentang masa depan liga serta tantangan yang akan dihadapinya dalam konferensi pers perkenalannya. Berg menggantikan Don Garber, yang telah memimpin MLS selama 27 tahun.

Selama masa kepemimpinannya, Garber berhasil mengembangkan liga dari 10 klub menjadi 30 klub di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Berg datang pada saat yang krusial, yaitu menjelang Piala Dunia 2026. “Kami memiliki peluang besar untuk naik ke level berikutnya di MLS,” ujar Berg.

Dalam perkenalannya, Berg menegaskan bahwa pengembangan liga tidak hanya terletak pada angka, melainkan juga pada kualitas permainan. “Major League Soccer telah meraih kesuksesan yang luar biasa, tetapi saya yakin peluang terbesar kami masih ada di depan,” kata Berg.

Dia juga menyoroti pentingnya pengembangan pemain muda, menyatakan, “Kualitas di lapangan jelas merupakan yang utama.” Berg berkomitmen untuk meningkatkan kualitas akademi muda dan liga MLS NEXT Pro agar lebih produktif.

Soal kesepakatan hak media berikutnya, Berg memilih untuk menyerahkan pertanyaan tersebut kepada Garber, mengingat posisinya yang baru. “Ini soal menemukan mitra media yang ingin bersama-sama menciptakan masa depan dengan kami,” ujar Berg.

Dalam hal promosi dan degradasi, Berg memberikan pandangannya yang tegas: “Saya tidak berpikir itu adalah cara yang baik untuk membangun sebuah liga.” Dia menyadari daya tariknya, tetapi menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan sistem tersebut dalam waktu dekat.

Menyusul pernyataan-pernyataan tersebut, CEO U.S. Soccer J.T. Batson juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan sepak bola di Amerika. “Baik itu klub dan liga profesional, pemerintah daerah, organisasi usia muda, maupun sepak bola perguruan tinggi, kami harus bekerja bersama,” kata Batson.

Melihat prospek Liga Sepak Bola di AS, penggemar sepak bola di Indonesia menyambut baik langkah ini. “Kami berharap MLS bisa menjadi model perkembangan sepak bola, bukan hanya di AS, tapi juga menginspirasi liga-liga di Asia,” ujar Rio, seorang penggemar sepak bola tanah air.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button