Politik

Jokowi Dinilai Paling Pas Gunakan Strategi Politik Raja

Jakarta, Maret.id — Bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi kini dihadapkan pada kritik terkait kemampuan akademiknya. Status sarjananya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menjadi sorotan.

Dalam konteks ini, tidak mungkin Jokowi mengandalkan mimbar akademik saat melakukan safari politik di berbagai daerah. “Jokowi tak bisa bernarasi tentang teori akademik. Tak bisa pula bercerita tentang diskursus akademik,” tutur Ahmad Khozinudin, seorang sastrawan politik.

Menurut Khozinudin, Jokowi tidak dapat menggunakan metode diskusi publik atau kuliah umum sebagai alat kampanye untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). “Jokowi juga bukan ulama, bukan kiai. Tak punya pemahaman agama,” tegasnya.

Khozinudin menambahkan bahwa Jokowi tidak mungkin mengadopsi metode tabligh akbar atau pengajian massal dalam kampanyenya. Ia berpendapat bahwa satu-satunya strategi yang sesuai bagi Jokowi adalah mengadopsi pendekatan tradisional seperti raja-rajaan.

“Karena modus ini, tak perlu pintar akademik, tak perlu paham agama, cukup siap dibungkus pakaian tertentu, mirip arak-arakan tujuh belasan,” tuturnya. Dengan pernyataan ini, Khozinudin menunjukkan pandangannya mengenai cara Jokowi membangun citra dalam konteks politik saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button