Politik

Demokrat dan IRI Kolaborasi Perkuat Demokrasi Internasional

Jakarta, Maret.id — Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat mengadakan pertemuan dengan delegasi International Republican Institute (IRI) serta pemimpin dan politisi muda dari Malaysia, Bangladesh, Filipina, dan Taiwan. Pertemuan berlangsung di Kantor DPP Partai Demokrat pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Acara ini menjadi forum untuk bertukar ide mengenai penguatan demokrasi di Asia Tenggara. Diskusi juga menyoroti tantangan terhadap demokrasi global, seperti politik uang, politik identitas, dan fenomena politik pasca-kebenaran.

Kepala BRAINS Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menekankan bahwa pemahaman demokrasi harus melampaui sekadar prosedur pemilu. “Demokrasi hanya akan bertahan jika integritas mengalahkan transaksi, gagasan mengalahkan propaganda, dan meritokrasi mengalahkan politik identitas,” kata Umam.

Umam menyoroti bahwa tantangan terbesar bagi demokrasi saat ini bukan sekadar kompetisi politik. Ia berpendapat bahwa menjaga kualitas demokrasi dari praktik yang merusak kepercayaan publik adalah hal yang lebih mendesak. “Money politics melahirkan korupsi politik. Identity politics memecah bangsa. Post-truth politics merusak rasionalitas publik. Ketiga tantangan inilah yang harus dijawab bersama,” tegasnya.

Pertemuan ini merupakan bagian dari program pertukaran politik yang difasilitasi oleh IRI. Program ini bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin partai politik di Asia Tenggara agar berbagi pengalaman dalam memperkuat kelembagaan partai, pembangunan kepemimpinan, penyusunan kebijakan, dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Ashley Stuart Bandura, IRI Contractor Taiwan, menyampaikan bahwa IRI memiliki komitmen untuk memperkuat jejaring demokrasi di kawasan. “IRI percaya bahwa demokrasi akan semakin kuat jika para pemimpin politiknya saling belajar satu sama lain. Indonesia memiliki pengalaman demokrasi yang sangat berharga, yang bisa menjadi inspirasi bagi para penggerak demokrasi di Asia Tenggara,” imbuh Bandura.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button