Politik

Gus Gudfan Menguat Jelang Muktamar Ke

Jakarta, Maret.id — Dukungan terhadap Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Gudfan Arif Ghofur, alias Gus Gudfan, semakin menguat menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung bulan depan. Namanya kini menjadi kandidat terkuat untuk memimpin organisasi tersebut.

Dukungan itu datang dari berbagai elemen Nahdliyin, termasuk kiai-kiai sepuh, Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), dan aktivis. Ulama kharismatik, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau Gus Baha, pun memberikan perhatian khusus kepada Gus Gudfan.

“Gus Gudfan memiliki garis keturunan yang kuat,” ujar Gus Baha, menekankan bahwa ia membawa amanah moral dari para ulama dan wali. Gus Gudfan merupakan keturunan ke-16 dari Sunan Drajat melalui jalur ayah dan keturunan Sunan Giri dari jalur ibu.

Perpaduan silsilah ini menghasilkan kepemimpinan yang berpihak pada kaum mustadh’afin (terpinggirkan) dan memiliki wawasan luas. KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem, atau Gus Zaim, menilai Gus Gudfan sebagai figur ideal yang lahir dari tradisi pesantren namun mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Gus Gudfan dianggap memiliki kedalaman spiritual dan kapasitas manajerial yang diperlukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Sebagai alumni Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar dan pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, ia juga berpengalaman di dunia bisnis.

Gus Gudfan dikenal sebagai pengusaha di sektor minyak dan gas, petrokimia, dan pertambangan batu bara. Pengalaman ini menjadi modal vital dalam meningkatkan kemandirian finansial warga NU dan organisasi di abad kedua.

Di dalam organisasi, rekam jejak kaderisasi Gus Gudfan terbilang matang. Ia memulai karier dari bawah di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kemudian menjabat sebagai Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, dan kini Bendahara Umum PBNU.

Kombinasi antara nasab para wali, integritas tradisi santri, dan profesionalisme bisnis menjadikan Gus Gudfan siap membawa PBNU berkibar di kancah nasional maupun global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button