Nasional

Pemerintah Kirim 1.476 Tim Ekspedisi Patriot ke 10 Kampus Top

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi telah merekrut dan mengirim 1.476 patriot muda dalam program Tim Ekspedisi Patriot. Para peserta, yang berasal dari 10 perguruan tinggi terbaik, akan melakukan riset dan pendampingan di 53 kawasan transmigrasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Ia menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang dilaksanakan pada tahun 2025, dengan melibatkan 2.000 orang.

“Melalui kolaborasi ini, negara hadir membangun kawasan transmigrasi lewat kekuatan ilmu pengetahuan, menggandeng akademisi dan mahasiswa terbaik bangsa sebagai mitra kerja di lapangan,” kata Qodari, dalam keterangannya, Senin (3/8).

Pemerintah menggandeng sepuluh perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Kesepuluh kampus tersebut akan bekerja sama dengan perguruan tinggi lain dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026.

“Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari Tim Ekspedisi Patriot 2025, dan pada tahun 2026 kemitraan ini bertambah Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin,” ucap Qodari.

Perguruan tinggi mitra akan membantu dalam verifikasi administrasi, seleksi, dan dukungan akademik kepada peserta sebelum diberangkatkan. Kolaborasi ini akan berlanjut selama masa penugasan.

Menurut Qodari, setiap kampus memiliki tanggung jawab untuk mendampingi kawasan riset masing-masing, seperti Universitas Indonesia di Werianggi-Werabur dan Institut Teknologi Bandung di Lereh, Papua.

Qodari menambahkan, program ini diharapkan mampu menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan. Riset tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan nyata untuk perencanaan dan pengembangan kawasan yang diawasi langsung oleh akademisi.

Pemerintah juga akan memastikan penguatan pendampingan di 10 kawasan transmigrasi di Papua. “Tim tersebut merupakan bagian dari 1.200 orang Tim Ekspedisi Patriot yang kini diterjunkan, sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Papua,” jelas Qodari.

Ia menekankan bahwa skema ini bukanlah pemerataan seragam tetapi penyesuaian berbasis kebutuhan riil dari 53 kawasan prioritas, dengan 11 tema riset spesifik, mulai dari reforma agraria hingga energi terbarukan.

“Negara memastikan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti secara berkelanjutan, bukan proyek sekali jalan,” tegas Qodari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button