The Athletic Ungkap Perbedaan Kepindahan Salah ke Turki dibanding Messi dan Ronaldo

Jakarta, Maret.id — Kepindahan Mohamed Salah ke Trabzonspor mengejutkan banyak pihak dalam dunia sepak bola. Hal ini menjadi kurang terduga mengingat performa bintang Mesir tersebut selama bertahun-tahun bersinar di Liverpool.
Sekitar delapan bulan lalu, kepergian Salah dari Liverpool diprediksi akan terjadi setelah ia mengungkapkan bahwa ada pihak yang tidak menginginkan dirinya bertahan di klub. Dalam artikel yang ditulis oleh James Horncastle di “The Athletic”, disebutkan bahwa pengumuman mengenai kepergian tersebut dilakukan lebih awal pada Maret lalu. Ini memberi waktu bagi Salah dan agennya, Ramy Abbas, untuk menjalin negosiasi dengan klub-klub potensial, meski tujuan akhir mereka tetap tidak pasti hingga menjelang akhir.
Salah sebelumnya menjadi kandidat kuat dalam perebutan Ballon d’Or setelah berkontribusi dalam 61 gol saat Liverpool menjuarai Liga Inggris. Namun, musim terakhirnya menunjukkan penurunan signifikan dengan kontribusi gol yang turun hingga 45%. Di samping itu, ia kehilangan dukungan dari rekan-rekannya, Trent Alexander-Arnold dan Luis Diaz, yang membuatnya terlihat kurang berpengaruh.
“Ironi yang jelas tampak dalam situasi ini,” kata James Horncastle. Salah, yang setahun lalu bersaing untuk Ballon d’Or, kini berpindah ke Trabzonspor, menunjukkan perubahan drastis dalam karirnya. Horncastle menekankan bahwa transisi ini tidak mencerminkan rendahnya Liga Turki atau Trabzonspor, melainkan sebuah pencapaian jika klub tersebut berhasil merekrut Salah yang tetap tampil cemerlang.
Di sisi lain, lanskap Eropa telah berubah drastis. Real Madrid, yang dulunya menganggap Salah sebagai “Galactico”, kini memiliki prioritas lain. Barcelona membangun tim di sekitar Lamine Yamal, sementara Bayern Munich mengandalkan Michael Olise. Paris Saint-Germain juga memiliki banyak talenta, sementara AC Milan menyoroti Christian Pulisic sebagai salah satu andalan mereka.
Berbeda dengan transfer bintang-bintang lainnya, kepindahan Salah ke Trabzonspor menimbulkan pertanyaan besar. Apakah performa Salah kini telah menyesuaikan dengan level Liga Turki yang berada di peringkat kesembilan di Eropa?
Sebagai reaksi terhadap kepindahan ini, seorang presenter olahraga Indonesia, Rudi Hartono, berkomentar, “Kepindahan Salah ke Trabzonspor menunjukkan betapa cepatnya perubahan dalam karir pemain. Kita perlu melihat apakah dia bisa membawa pengaruh positif di Liga Turki.”





