Politik

Setengah Abad Perjuangan Kepulauan Meranti Akan Dibukukan

Jakarta, Maret.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti, dorongan untuk mendokumentasikan sejarah pembentukan daerah otonom ini ke dalam bentuk buku semakin menguat.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, Sofyan Hamzah, memberikan dukungan penuh terhadap rencana penerbitan buku sejarah perjuangan lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti yang resmi terbentuk pada 19 Desember 2008.

“Sudah hampir 18 tahun Kabupaten Meranti berdiri, namun pemerintah daerah belum menerbitkan buku sejarah perjuangan lahirnya daerah ini,” ujar Sofyan Hamzah.

Penerbitan buku ini didorong oleh Ramlan SH CPLA, tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti, yang juga merupakan penggagas Meranti Center Jakarta. “Ramlan sudah mengirimkan kerangka awal penulisan sejarah perjuangan Meranti yang kemudian mendapat respons positif dari berbagai kalangan,” imbuh Sofyan.

Ia mengingatkan bahwa penerbitan buku tersebut tidak boleh ditunda lebih lama lagi, mengingat sebagian besar pelaku sejarah kini telah berusia di atas 60 tahun.

Ramlan SH CPLA menjelaskan bahwa gagasan penyusunan buku ini berawal dari diskusi di lingkungan wadah Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (KKBPKM) beberapa tahun silam. “Tetapi sudah hampir 18 tahun kabupaten tercinta ini berdiri, namun belum ada langkah nyata, baik dari pemerintah daerah maupun para pejuang sendiri untuk menerbitkan buku sejarah perjuangan ini,” kata Ramlan.

Ramlan juga mengaku telah berkoordinasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti dan beberapa penerbit untuk menyusun kerangka penulisan buku tersebut. Penulisan akan memulai kisah perjuangan sejak tahun 1957 hingga lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2008.

“Buku tersebut diberi judul ‘Setengah Abad Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti.’ Kita sedang sempurnakan judulnya melalui seminar atau bedah sejarah yang melibatkan seluruh simpul perjuangan dari berbagai daerah,” tuturnya.

Simpul-simpul tersebut mencakup Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Meranti (BP2KM) Selatpanjang, BP2KM Riau di Pekanbaru, serta Ikatan Keluarga Besar Meranti (IKB) di Batam, Karimun, Tanjungpinang, Dumai, Siak, hingga Meranti Center Jakarta.

Ramlan mengungkapkan bahwa rencana penerbitan buku sejarah ini mendapat sambutan positif dari berbagai tokoh pejuang dan masyarakat Meranti di berbagai daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button