Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Serahkan Bantuan Pangan di Alor

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani telah mengunjungi Kabupaten Alor, NTT. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan bantuan pangan perdana untuk alokasi periode Juli, Agustus, dan September diterima oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Alor mencakup total 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk tiga bulan. Kehadiran kedua pejabat tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan program bantuan pangan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat di berbagai desa, antara lain Desa Fuisama dengan 66 PBP, Desa Probur dengan 513 PBP, dan Desa Lembur Barat dengan 222 PBP. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi pangan sampai ke seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan seperti Alor. “Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya,” kata Amran.
Dia menambahkan penyaluran bantuan pangan adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan perlindungan kepada masyarakat. “Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata,” tegas Amran.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa kehadiran pemerintah dan BULOG di Alor bertujuan memastikan semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pangan. “Hari ini kami datang langsung untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat,” ucap Rizal.
Dia menjelaskan bahwa setiap keluarga akan menerima 30 kilogram beras sebagai bagian dari alokasi tiga bulan. Rizal menyebutkan bahwa kondisi geografis sebagai negara kepulauan menambah tantangan dalam distribusi, sehingga kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BULOG, dan pemangku kepentingan diperlukan.
“Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani,” tegas Rizal. Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pangan masyarakat di pelosok Indonesia. Aspirasi dan masukan dari masyarakat, termasuk generasi muda Alor, juga dianggap penting untuk meningkatkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pangan daerah.





